
Aku yang pertamakali mengenalmu melalui keluargaku, aku tak pernah menyangka bahwa kita akan menjadi teman dekat, awalnya ku pikir kamu akan menjadi seseorang yang hanya ku kenal tetapi... Mungkin ini hanya bayanganku saja. "Ngapain?" "Nunggu Ruko." "Nggak ada ruko disini." "Bukan ruko beneran, tapi Haruka." "Dia lagi di cafe." "Lah anjir, ga ngabarin?!" "Check hp," ia membuka sebungkus permen lalu memakannya. "Hah? Ngapain anjir dah lah mau pulang." "Check dulu anjir," aku mengambil ponselku lalu melihat notifikasi dari pesan 'Haruka' menyatakan bahwa ia sedang berada di cafe milik Kotoha, aku milirik kearahnya penasaran bagaimana ia bisa tahu. "Lo punya kebiasaan silent hp atu dnd," penjelasan yang singkat dan padat darinya membuat berpikir bahwa dia seorang esper yang bisa membaca pikiran. "Bawa payung?" "Ngak." "Jawab yang normal," dia melirikku lalu pergi, tak berselang lama ia kembali membawa sebuah payung, "ayo tapi habis ini mabar." "Mabar apaan njir, game ku rhythm semua."Todos los derechos reservados
1 parte