Bebaskan aku
 (Bevrijd me)

Bebaskan aku (Bevrijd me)

  • WpView
    LECTURAS 19
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, nov 19, 2024
WpInfo
No ficción
Cerita ini muncul setelah aku mengalami mimpi aneh, seolah aku menjadi anak dari bangsa Belanda. Aku menulisnya sebagai kenang-kenangan, takut lupa ketika aku mulai pikun nanti. Yang paling jelas dalam ingatanku adalah saat aku ditusuk tentara Jepang dengan katana di perut kiri. Aneh, karena aku tidak menonton film perang pada Agustus itu, tapi dalam mimpi kedua, aku bertemu seorang anak perempuan Belanda yang mengenakan gaun putih dan merintih karena kelaparan. Aku merasa mimpi itu terkait dengan pengalaman pertama. Dalam mimpi ketiga, aku berada di sebuah rumah kuno hijau, dengan taman dan kolam ikan di belakangnya, dan mendengar suara yang memberitahuku bahwa ibumu sedang menunggumu. Aneh, bukan?
Todos los derechos reservados
#82
hindiabelanda
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kadal Licin Putih Abu-Abu
  • Spiegel Kagami
  • Langit biru dimataku [ END ]
  • 𝚃𝚄𝙻𝙸𝙿 𝚃𝙴𝚁𝙰𝙺𝙷𝙸𝚁 𝙳𝙸 𝙹𝙰𝚆𝙰  [FINISH]
  • I Love You,,,
  • Paradoksal

Dulu aku sering berandai-andai bahwa aku adalah seorang panglima perang yang berjalan gagah berani menuju medan pertempurannya. Tameng di tangan kiri dan pedang di tangan kananku; Aku terlahir untuk menaklukkan dunia!!. Tetapi berjalannya waktu jalan hidupku tidaklah seperti itu. Aku lebih memilih lari sambil membawa tas sekolah, menyelamatkan diri dari kejaran 3 temanku yang membawa penggaris, sapu dan kemoceng. Tetapi siapalah yang bisa mengira jika pemburu bersenjata kemoceng itu akan membuatku jatuh hati dan mengharu biru karenanya. Setelahnya, dia pun kupersunting untuk menjadi pendamping hidupku. Mendampingi untuk melanjutkan petualanganku, mengarungi 7 samudera 5 benua menempuh bahtera rumah tangga. Inilah kisahku, yang hitam dan putihnya mungkin berbeda dengan kisahmu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido