Presentase Rasa ✔

Presentase Rasa ✔

  • WpView
    LETTURE 22,723
  • WpVote
    Voti 1,655
  • WpPart
    Parti 43
WpMetadataReadCompleta gio, mag 28, 2026
Menjelang usia 25 kadang kita dihadapkan oleh banyak hal tentang masa depan. Kesuksesan yang diukur dari jabatan, penghasilan, hingga tentang asmara juga diperhitungkan. Standar masyarakat yang kian hari semakin tak masuk akal untuk diikuti. Hanya saja kita hanya seonggok manusia yang tak bisa merubah segala paradigma yang sudah ada. Memberontak memang bukan gayanya, tapi menuruti semuanya hanya akan membuatnya gila. Persetan dengan standar masyarakat, karena baginya hidup hanya untuk dirinya. Bahagia tak pernah bisa diukur hanya dengan pujian yang diberikan oleh mulut mulut tak beradab. Toh hidup ini juga bukan ajang perlombaan yang siapa cepat dialah pemenangnya. Karena, setiap orang punya ritme masing-masing untuk melalui tahapan. Jadi, jangan terburu-buru karena ketertinggalan yang tak pernah ada. -Kalinda Ardhiona-
Tutti i diritti riservati
#4
romancecomedy
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Nearby Relations
  • TerraCotta (Completed)
  • Informed Consent
  • Mr. & Mrs. Brijaya ✔️
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • Quarter Life CriShit [TAMAT]
  • THE ONLY ONE LOVE #LoveAbleSeries Book1
  • Lemons ✂ - - -
  • Sweet RomanShit

Nadine pikir hidupnya sudah cukup berantakan. Baru saja dikhianati orang yang paling dia perjuangkan - David. Pacar yang selama ini dia bela mati-matian di hadapan orang tuanya. Melawan larangan, berdebat tanpa henti, jadi anak paling keras kepala di rumah, semua itu berujung sia-sia. David justru berpaling diam-diam. Belum sempat membereskan lukanya, Nadine dihadapkan pada kejutan lain. Ibunya mengenalkan seseorang. Calon jodoh pilihan keluarga. Dan orang itu... Narendra. Tetangganya sendiri. Yang seumur-umur paling cuma di sapa waktu lebaran doang. --- Narendra datang dengan hidupnya sendiri. Baru pulang dari Jepang, fokus utamanya sederhana: kerja, bangun karier, hidup tenang. Tapi baru juga adaptasi di Jakarta, ibunya sudah datang dengan misi lain: menikah. Dan nama calonnya... Nadine. Anak bawel yang dulu cuma lewat-lewat di depan rumahnya doang. Narendra bisa saja menolak. Tapi bukannya langsung menentang keluarga, dia justru menawarkan sesuatu pada Nadine. Sebuah kesepakatan. Rencananya sederhana: Jalanin aja dulu, kalau memang tidak cocok, keduanya bisa mundur tanpa beban. Dengan alasan yang logis - sudah mencoba, tapi tidak berhasil. Terdengar mudah. Sampai keduanya mulai menyadari... justru bagian paling sulit dari semuanya adalah menahan hati agar tidak benar-benar jatuh. Karena ternyata, perasaan nggak pernah sesederhana itu. "Katanya cuma kesepakatan. Kok malah kayak pacaran beneran?" -------------------------------------------------------- ©Nmikasa2024

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti