NAURELL: BERTAHAN DENGAN LUKANYA

NAURELL: BERTAHAN DENGAN LUKANYA

  • WpView
    OKUNANLAR 5
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Sal, Kas 19, 2024
Naurellia Arabella, seorang gadis berusia 17 tahun, tumbuh menjadi pribadi yang tegar meski hidupnya jauh dari kata bahagia. kulitnya seputih porselen, dengan tinggi badan 163 cm, mencerminkan sosok yang anggun di luar, meskipun hatinya penuh luka. Sejak kecil, ia hanya mengenal kasih sayang seadanya dari om dan tantenya, yang menjadi pengasuhnya setelah kepergian orang tuanya. Namun, kasih sayang itu tidak pernah benar-benar ada. Mereka memperlakukannya dengan semena-mena, seolah ia bukan bagian dari keluarga, melainkan beban yang harus mereka tanggung. Naurel sering merasa terasing di rumah yang seharusnya menjadi tempatnya berlindung. Di balik senyumnya yang manis, ia menyimpan kesedihan yang tak pernah mampu ia ungkapkan. Setiap hari, ia menjalani hidupnya dalam kesunyian. Om dan tantenya tak pernah segan melimpahkan kemarahan atau mengabaikannya begitu saja. Namun, di tengah kesengsaraan itu, Naurel belajar untuk berdiri sendiri, merangkai harapan kecil dari serpihan mimpi yang ia miliki. Hidupnya adalah perjuangan, dan ia bersumpah bahwa suatu saat nanti, ia akan keluar dari bayang-bayang kelam yang membelenggu masa mudanya.
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Jejak yang Hilang (END)
  • Please, Love Me (END)
  • DIA FIGURAN
  • kenzi laska Abraham
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • Girl's
  • Debts Of Obsession
  • Satu Bulan Terakhir
  • Embrace again, Arnan
  • Transmigrasi Amora L²

Warning 15+ | Trigger: mental health, self-harm (trichotillomania) Di balik kamar kos yang senyap dan lampu meja yang remang, seorang gadis menatap dirinya sendiri dalam cermin. Wajahnya cantik, tapi tak utuh. Matanya sayu, bibirnya diam, dan tangannya... sibuk mencabut helai demi helai rambutnya sendiri. Aurelia bukan gadis yang cerewet. Ia bukan pusat perhatian, bukan pula korban dari drama percintaan remaja biasa. Ia sedang berperang-bukan dengan siapa-siapa, tapi dengan dirinya sendiri. Dalam dunia yang terlalu ribut dan hati yang terlalu sunyi, Aurelia hanya ingin satu hal: sedikit keheningan yang tak membuatnya merasa terguncang. Tapi bahkan malam pun kini ikut berisik. Ini bukan cerita tentang gadis kuat yang bangkit dengan mudah. Ini cerita tentang sunyi yang mengikis pelan-pelan, dari dalam. Siapkah kamu menatap pantulan yang tak semua orang sanggup lihat?

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi