Genshin Impact: I Created A Dimensional Guild In Teyvat

Genshin Impact: I Created A Dimensional Guild In Teyvat

  • WpView
    Reads 6,480
  • WpVote
    Votes 368
  • WpPart
    Parts 125
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 12, 2024
WpInfo
Fanfic
Genshin Impact
Mu Yang datang ke Teyvat dengan Sistem Guild Dimensi dan bekerja sama dengan Raja Batu Morax. Sejak saat itu, ia membawa Tujuh Dewa dan karakter lain di Teyvat untuk melakukan perjalanan di antara berbagai dunia, dan memperoleh berbagai keuntungan dengan pergi ke berbagai dunia, meningkatkan dirinya dan esensi Teyvat. Keqing: "Dulu aku mengira bahwa makhluk abadi itu berada di atas dan tidak mengerti manusia. Namun, setelah bersentuhan dengan kekuatan di luar dunia dan menjadi makhluk abadi, aku berkata bahwa kekuatan makhluk abadi itu sungguh hebat!" Film Lei: "Mu Yang menemukan cara nyata untuk bangkit kembali di dunia lain, dan aku bersedia bertarung sebagai bayangannya." Nashida: "Mu Yang, ayahku, dialah yang menyelamatkanku dari kurungan dan membuatku tumbuh dewasa." Furina: "Bajingan itu tidak hanya mencariku, tetapi juga mencari Fukaros. Apakah benda-benda itu benar-benar sepenting itu?" Pemelihara Hukum Surgawi: "Perampas kekuasaan... Aku akan membunuhmu sekarang... Hei, mengapa aku tidak bisa melakukannya sama sekali." Source: reader-hub Author: Dancing with shadows
All Rights Reserved
#118
teyvat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • The King & The Doctor ✓
  • I Want to Live [END]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Second
  • Given || Ju Jihoon
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines