Story cover for Between Sunset and Coding by milkybear10
Between Sunset and Coding
  • WpView
    Reads 1,951
  • WpVote
    Votes 246
  • WpPart
    Parts 45
  • WpView
    Reads 1,951
  • WpVote
    Votes 246
  • WpPart
    Parts 45
Complete, First published Nov 21, 2024
Kamu tau ngga? Anugerah dari Allah yang paling indah itu apa. Yaitu saat senja tiba. Warnanya begitu menenangkan. Menurutku, senja itu hadiah dari Allah untuk mereka yang berjalan menjemput magribnya. Walaupun senja itu pergi secara tiba-tiba, tapi dia akan datang kembali dengan warna baru, yang lebih indah lagi.
Dan di waktu itu juga aku menemukan seseorang yang sedang asyik memotret dengan kamera di tangannya. Yang ternyata dia adalah teman sekelasku. Dan dari situlah awal aku melihatnya.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Between Sunset and Coding to your library and receive updates
or
#5allah
Content Guidelines
You may also like
Cinta Halal Kita[On Going] by DellaRegina9
28 parts Ongoing
Menceritakan tentang dua insan yang saling jatuh cinta, tetapi jalan mereka tidaklah mudah. Pertemuan mereka yang penuh warna diwarnai oleh perbedaan karakter yang mencolok. Cinta yang mulai tumbuh di hati masing-masing justru sering terganggu oleh gengsi, ego, dan sifat keras kepala. Namun, perjalanan mereka berujung pada sebuah ikatan suci yang dimulai dengan kalimat sakral, "Qobiltu." Gadis itu bernama Aiza Chafiya Laila Jannahti Rafiq. Seorang santriwati di pondok Nyai Hana, Aiza adalah gadis yang dikenal bar-bar, ceria, dan penuh semangat. Di balik sifatnya yang spontan, Aiza juga memiliki sisi kalem dan penyayang yang membuatnya menjadi pribadi yang menarik perhatian banyak orang. Lelaki itu bernama Muhammad Bilal Hafiz Rafiq. Seorang pria dengan karakter yang kalem, dingin, namun tegas. Bilal cenderung cuek dan galak di mata orang lain, namun jauh di lubuk hatinya, ia menyimpan kelembutan yang hanya terlihat oleh mereka yang mampu mendekatinya. Dunia Aiza yang penuh warna bertabrakan dengan dunia Bilal yang kaku, menciptakan konflik sekaligus dinamika yang tak terduga. Kisah mereka adalah tentang cinta yang bertumbuh perlahan, mengatasi perbedaan, dan menemukan cara untuk saling memahami. Hingga akhirnya, cinta mereka menjadi halal dengan lantunan ijab kabul: "Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq." Suara saksi yang serentak menjawab, "Sah," menjadi awal perjalanan cinta mereka yang penuh makna dan pelajaran. Apakah Cinta halal mereka hanya tentang dua hati yang bersatu, atau tentang perjalanan yang terus dirangkai dengan ketulusan, pengorbanan, dan keberkahan.
You may also like
Slide 1 of 10
Cinta Halal Kita[On Going] cover
Shadows of Love cover
Bidadari Terakhir cover
Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅ cover
Bersamamu Halalku √  cover
SUARA HATI SENJA cover
Zauji Zaujati [On Going] cover
HADIAH DARI LANGIT [END] cover
Langit Senja cover
Qiyamah Senja-completed cover

Cinta Halal Kita[On Going]

28 parts Ongoing

Menceritakan tentang dua insan yang saling jatuh cinta, tetapi jalan mereka tidaklah mudah. Pertemuan mereka yang penuh warna diwarnai oleh perbedaan karakter yang mencolok. Cinta yang mulai tumbuh di hati masing-masing justru sering terganggu oleh gengsi, ego, dan sifat keras kepala. Namun, perjalanan mereka berujung pada sebuah ikatan suci yang dimulai dengan kalimat sakral, "Qobiltu." Gadis itu bernama Aiza Chafiya Laila Jannahti Rafiq. Seorang santriwati di pondok Nyai Hana, Aiza adalah gadis yang dikenal bar-bar, ceria, dan penuh semangat. Di balik sifatnya yang spontan, Aiza juga memiliki sisi kalem dan penyayang yang membuatnya menjadi pribadi yang menarik perhatian banyak orang. Lelaki itu bernama Muhammad Bilal Hafiz Rafiq. Seorang pria dengan karakter yang kalem, dingin, namun tegas. Bilal cenderung cuek dan galak di mata orang lain, namun jauh di lubuk hatinya, ia menyimpan kelembutan yang hanya terlihat oleh mereka yang mampu mendekatinya. Dunia Aiza yang penuh warna bertabrakan dengan dunia Bilal yang kaku, menciptakan konflik sekaligus dinamika yang tak terduga. Kisah mereka adalah tentang cinta yang bertumbuh perlahan, mengatasi perbedaan, dan menemukan cara untuk saling memahami. Hingga akhirnya, cinta mereka menjadi halal dengan lantunan ijab kabul: "Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq." Suara saksi yang serentak menjawab, "Sah," menjadi awal perjalanan cinta mereka yang penuh makna dan pelajaran. Apakah Cinta halal mereka hanya tentang dua hati yang bersatu, atau tentang perjalanan yang terus dirangkai dengan ketulusan, pengorbanan, dan keberkahan.