us without love

us without love

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Khanza(tokoh utama), Zeline adalah tempat pulang, meskipun status mereka hanya sebatas mantan kekasih. Zeline, dengan segala keceriaan dan caranya membuat orang nyaman, sering kali mengajak Khanza keluar hanya untuk sekadar menghabiskan waktu tanpa tujuan. Meskipun datang dari latar belakang yang sangat berbeda-Khanza dengan kesederhanaannya dan Zeline dengan kehidupannya yang serba cukup-mereka selalu menemukan kenyamanan dalam kebersamaan. Namun, setiap kebaikan yang Zeline berikan perlahan membuat Khanza merasa tak nyaman. Zeline kerap membelikan makanan dan minuman, meski Khanza berulang kali menolak. Sebagai seseorang yang menjunjung harga diri, Khanza merasa ini tak adil. Hingga akhirnya, Khanza memutuskan untuk menjaga jarak. "Pertemuan kita yang terakhir aja ya," ucapnya, menutupi alasan sebenarnya. Khanza pikir semuanya akan berakhir di situ, tetapi takdir berkata lain. Gosip tentang dirinya yang memanfaatkan Zeline mulai menyebar di sekolah. Yang menyakitkan, gosip itu berasal dari Zeline sendiri. Khanza, yang tak pernah meminta apa pun dari Zeline, merasa hancur. Ia memilih diam, meski hati kecilnya terus bertanya: mengapa Zeline melakukan ini? Melalui perjalanan penuh luka ini, Khanza belajar tentang arti harga diri, ketulusan, dan bagaimana seseorang yang dulu berarti segalanya bisa menjadi duri dalam hidupnya. Apakah Khanza akan menemukan jawabannya, atau justru memilih melepaskan semuanya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Peluk Aku, Tuan
  • Dunia Alana
  • Bukan Pilihan, Tapi Takdir
  • Hitam Putih Abu-Abu [completed]
  • CINTA DALAM LINTASAN TAKDIR
  • ZAYNE Terjadi Setelah Cinta [ ON GOING]
  • Red Velvet & Sunrise
  • Arkansa

Fazeta Aurelina Wijaya, gadis yang tumbuh di keluarga tanpa cinta, hidupnya penuh luka dan ketakutan yang ia sembunyikan rapat-rapat. Baginya, cinta hanyalah ilusi yang mematahkan, sesuatu yang tak pernah ia percaya. Zeta menyimpan segalanya sendiri-luka, ketakutan, dan rasa hampa yang mendalam. Tidak ada yang tahu, tidak ada yang mengerti, sampai Atharva Kaizar datang dalam hidupnya. Atharva, anak laki-laki yang terlihat nakal, keras di luar, tetapi ternyata memiliki sisi lembut yang mampu melihat retakan dalam hati Zeta. Ia tidak berusaha memperbaiki Zeta, tetapi hadir di sampingnya, menawarkan kehangatan yang tidak pernah Zeta rasakan sebelumnya. Dan perlahan, Zeta menemukan kekuatan di balik senyuman Atharva, keberanian untuk menghadapi rasa takutnya, dan alasan untuk tetap bertahan. Dia mulai percaya, meski dengan hati yang masih dipenuhi luka. Ketika rasa takut akan kehilangan mulai menghantui, Zeta menuangkan segalanya dalam sebuah karya tulis. Sebuah cara untuk mengabadikan Atharva, agar jika suatu hari dia benar-benar pergi, Atharva tidak akan hilang sepenuhnya dari hidupnya. Dalam goresan pena, ia menulis, "Jika kau menemukanku tersesat dan tak tahu akan kemana, tuntun aku. Jika kau menemukanku disaat aku sedang menangis tersedu-sedu, tenangkan aku. Jika kau menemukanku terperangkap di ruang gelap dan tak ada seorang pun di sana, peluk aku, Tuan..." Bagi Zeta, Atharva adalah jawabannya, pelukannya adalah tempat pulang, dan senyumannya adalah cahaya dalam ruang gelapnya. Namun, apakah Atharva akan selalu ada untuk Zeta? Atau takdir punya rencana lain yang lebih sulit mereka terima? "Peluk Aku, Tuan" adalah cerita tentang luka, cinta, dan keberanian untuk percaya kembali, meski hati telah hancur berkali-kali. Di tulisanku, dia itu nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines