Rey Dan Luka

Rey Dan Luka

  • WpView
    Reads 1,134
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 3, 2025
Assalamualaikum Wr.Wb Perkenalkan namaku Reyshaka Bagaskara,biasa dipanggil Rey,Hidupku di penuhi Luka dan derita.Aku selalu mendapatkan Pukulan dan cacian dari kedua orang tuaku, Dikarenakan aku terlahir sebagai Tunanetra, oleh karena itu, membuat orang tuaku sangat membenci ku dan tidak mengakui aku sebagai anaknya sendiri. Siapa juga yang mau terlahir sebagai Tunanetra,Aku tidak mau terlahir menjadi seorang Tunanetra,Aku ingin sekali mendapatkan kasih sayang dan pelukan hangat dari kedua orang tuaku bukan pukulan ataupun cacian yang keluar dari mulut mereka,dan mereka menganggap aku sebagai Anak pembawa sial yang datang ke dalam kehidupan mereka. kalian mau tau cerita selanjutnya ya ikut terus ya Start: 12 November Republis: 24 November Ending: ?
All Rights Reserved
#89
tidakdianggap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • ✔Lihat Aku Sekali Saja
  • RAKA
  • about Raya (Sudah Terbit)
  • LOVE in SILENCE
  • Baskara's World ✓
  • Bodyguardku Gus Idamanku [End]✨💖
  • Masuk Kedalam Komik BL [END]

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines