LAYLA'S DIARY

LAYLA'S DIARY

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Layla berjalan pelan menuju meja belajar, diambilnya sebuah buku dengan tulisan 'LAYLA'S DAIRY' di sampulnya, dipandanginya buku itu dengan tersenyum. "Ini salah satu saksi diantara kejadian-kejadian manis dan pahit seorang Layla dalam kehidupan." ............ "Layla!" Naya menyeru mendatangi Layla yang sedang bersantai di taman Asrama Ruqayyah sambil menahan isak tangis. Layla pun menoleh dengan terkejut. "Ada apa ning?" "Dia kecelakaan....." ............... "Saya merasa dia berhak dapat pendamping yang lebih baik Nay," ucap Layla kepada Naya yang sedang duduk di sampingnya. "Kamu itu sudah sangat sangat baik Layla!" Naya memandangi Layla dengan mata yang berkaca-kaca. Layla hanya tersenyum penuh arti mendengar jawaban Naya, tapi Naya paham apa maksud senyuman itu. "Berarti dia harus menyanggupi permintaan aku," Mendengar itu, Naya hanya bisa menghela nafas pasrah. .............. Aku tantang kalian baca cerita ini sampai bab 15! .........
All Rights Reserved
#497
menulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SETULUS CINTA SANG MUALAF
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • Belantara Jiwa (END)
  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • TAKDIR ALYA
  • AZALEA
  • GARIS LUKA
  • Detik Depresi ( TAMAT )

"kenapa?". "Kenapa harus aku?, Ini ujian atau siksaan" ujar seorang gadis yang sedang merengkuh dirinya dalam keadaan gelab. "Fila udah capek ya Rabb. Fila pengen pulang, jemput Fila sekarang, Fila kangen umi" air mata sudah mengalir sperti derasnya air sungai, semua rasa sakit ia tumpahkan semua. *** Di benci oleh semua orang atas kesalahan yang tidak pernah ia lakukan, cibiran dan hinaan sudah menjadi makanan sehari-harinya, di lecehkan dan di asingkan oleh keluarga ayahnya sendiri. Lalu apakah ada celah untuk dirinya menemukan titik terang kebahagiaan? Lalu bagaimana dengan kehidupan Syafila stelah di pertemukan dengan seorang laki-laki baik yang tulus menerimanya namun berbeda keyakinan? "apakah tuhan mu akan marah jika aku mencintai kamu padahal aku bukan penyembah-Nya?". "Tentu tidak, karena itu hak semua orang, Allah maha pemberi cinta" Jawab Syafila seraya tersenyum pada laki-laki itu. Penasaran? Yukk baca. Follow akun author sebelum membaca dan tinggalkan jejak setiap partnya🥰.

More details
WpActionLinkContent Guidelines