mata hati livia

mata hati livia

  • WpView
    LETTURE 49
  • WpVote
    Voti 18
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, nov 23, 2024
WpInfo
Fanfiction
1Direction
Livia, seorang gadis buta yang terabaikan oleh keluarganya, hidup dalam bayang-bayang kembaran sempurnanya, Liana. Semua perhatian tertuju pada Liana, sementara Livia merasa tak pernah dilihat, bahkan oleh orang-orang yang seharusnya paling peduli padanya. Terasing dalam rumah yang besar dan penuh kebisingan, Livia hanya memiliki kesendirian sebagai teman. Namun, dalam kegelapan, ia mulai menemukan kekuatan dalam dirinya, belajar untuk merasakan dunia melalui hatinya, bukan matanya. Perjalanannya untuk menemukan makna hidup dan kebahagiaan sejati dimulai ketika ia bertemu Dilan, seorang pemuda yang melihatnya bukan sebagai gadis buta, tetapi sebagai seseorang yang memiliki potensi untuk meraih lebih.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Aku yang Tak Pernah Cukup
  • No One Who Understand Me [Revisi]
  • Pelukan Untuk Aira
  • Lilin di tengah hujan [END]
  • Searching for home [Tamat]
  • RAKA
  • SIMETRI
  • ZELIFAN By rotibakar25

Livia Aurellia Prameswari, gadis bungsu yang hidup dalam bayang-bayang dua kakaknya yang sempurna. Sejak kecil ia dituntut untuk selalu berprestasi, menahan tangis di balik senyum, dan terus berusaha memenuhi ekspektasi keluarganya. Setelah berhasil masuk universitas impian keluarganya, Livia berharap akhirnya akan dihargai. Namun, perjuangannya tetap dianggap kurang. Kini sebagai mahasiswi, ia harus pulang-pergi setiap hari, mengerjakan tugas bertumpuk dengan tubuh yang semakin lelah, tanpa dukungan emosional yang ia harapkan. Di tengah rasa lelah yang tak pernah dianggap, Livia berusaha mencari makna perjuangan dan tempat untuk merasa cukup, bukan hanya sebagai anak, tapi sebagai dirinya sendiri.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti