APRIL RAINS

APRIL RAINS

  • WpView
    Bacaan 56
  • WpVote
    Undian 18
  • WpPart
    Bahagian 6
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Isn, Jun 23, 2025
WpInfo
Fiksyen
Romantika
Keisya Maghreta, seorang siswi baru di Sekolah Pelita Bangsa (SPB), memulai hari pertamanya di SMA dengan harapan dan kecemasan. Meskipun wajahnya imut dan tubuhnya mungil seperti anak kecil, Keisya adalah pribadi yang kuat dan mandiri. Ia mengikuti jejak abangnya, Mahaputra Arshaka, yang terkenal bandel dan suka bolos sekolah. Orang tua mereka, Alexa dan Aliando, sangat protektif, terutama karena Keisya satu-satunya anak perempuan. Cerita dimulai dari kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa), di mana Keisya tergabung dalam satu kelompok dengan Sera, Haidar, dan Sergio-sosok cowok dingin dan cuek yang ternyata adalah ketua dari geng sekolah bernama BTP (Barbar Tapi Penuh sopan santun). Sementara Keisya berusaha akrab dengan teman-teman barunya, ia juga harus menghadapi konflik batin terhadap gaya hidup abangnya yang bergaul dengan geng nakal. Melalui kegiatan sekolah, interaksi kelompok, dan kehangatan serta kekakuan keluarga, Keisya perlahan menemukan dirinya berada di antara dua dunia: yang lurus dan yang liar. Meskipun awalnya tak menyukai Sergio karena sifat dinginnya dan kebiasaannya merokok, kedekatan mereka tumbuh perlahan lewat interaksi sederhana dan dinamika antar teman kelompok.
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi