STRICT PARENTS

STRICT PARENTS

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 27, 2024
Aku tak tau harus bagaimana lagi. Setiap hari, aku memikirkan, kapan aku akan bebas? Sampai kapan aku dikekang seperti ini? "Aku ga bakalan kemana-mana. Aku cuma mau setoran hafalan kimia doang, itu syarat untuk ikut ujian kimia," bujukku tapi tetap saja mendapat penolakan. Sambil menatap handphonenya, ayahku tidak mengizinkan dengan tegas, "Hari libur ya hari libur! Ga usah kemana-mana. Ayah tau kegiatannya anak muda sekarang." Huh ... padahal itu mereka. Aku dan mereka ya jelas tidak sama. Aku juga tau batasanku. Rasanya ingin sekali meneriakkan kalimat itu di depannya tapi rasa takut selalu saja menahanku. Tidak lucu kan? Kalau saja hp yang ia pegang tiba-tiba melayang di kepalaku atau sabuk pinggang yang ia kenakan ia buka dan dicambukkan padaku. Bisakah aku mendapatkan kebebasan sekali saja? Aku ingin sekali merasakan bagaimana sensasi canda tawa bersama teman di cafe. Bagaimana rasanya berteriak dan bersembunyi di balik teman ketika ada hantu di rumah hantu pada malam hari. Duduk di pinggir pantai, menatap matahari terbenam dan ombak yang terus berderai. Memang, itu adalah hal yang membosankan bagi beberapa orang. Tapi, aku tak pernah. Aku ingin kebebasan. Dalam hal berpakaian saja diatur. Pertemanan, diatur. Keluar dari rumah harus dengan alasan yang jelas. Menyebalkan sekali.
All Rights Reserved
#85
stopbullying
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AYAH, AKU ANAKMU (TERSEDIA DI SHOPEE)
  • Eliinaa
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Kamu 너는 -- Kenangan Tentang Luka Dan Cinta
  • M E M O R Y  (On Going)
  • My Nine Sisters
  • Strong Girl Michella (END)
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)

TERSEDIA DI SHOPEE Mungkin kebahagian sedang tak bersahabat denganku Atau aku yang tak pantas untuk bahagia? Disaat anak-anak lainnya menghabiskan hari libur mereka diisi dengan kebahagiaan bersama dengan kedua orang tua mereka, lain dengan aku, aku hanya berlibur dengan siksaan dan rasa sakit dihatiku yang Kuterima dan yang tidak kutau apa sebabnya. Itulah hidupku, menyedihkan. Perbedaan jelas terjadi padaku, pada saat pembagian laporan nilai hasil belajar anak sekolah, orang tua mereka akan berbondong untuk menjadi wali anaknya, lain halnya denganku yang hanya ditemani Asisten Rumah Tangga. Sosok Ayah yang seharusnya menjadi penopang langkah jalan kakiku malah menjadi alasan mengapa kakiku terasa sulit untuk melangkah. Aku tidak menyalahkan Dia yang datang dalam keluargaku, merusak segalanya. karna, aku tau itu Semua telah menjadi TAKDIRKU. Takdir yang tidak pernah kutebak bagaimana alur dan endingnya, baik itu bahagia ataupun sebaliknya, menyedihkan. AYAH, AKU ANAKMU Aku juga ingin merasakan semua yang teman-temanku ceritakan padaku, aku ingin dipeluk, dimanja ayah, jalan dengan ayah, perhatian dari ayah. Dan diberi Rasa Kasih Sayang Ayah walaupun hanya secuil pasir, aku ingin merasakan itu. Ditulis :10 Mei 2020 Selesai: 31 Januari 2021 Republish: 17 Juni 2021.

More details
WpActionLinkContent Guidelines