Story cover for STRICT PARENTS by liannelln
STRICT PARENTS
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Nov 23, 2024
Aku tak tau harus bagaimana lagi. Setiap hari, aku memikirkan, kapan aku akan bebas? Sampai kapan aku dikekang seperti ini?

"Aku ga bakalan kemana-mana. Aku cuma mau setoran hafalan kimia doang, itu syarat untuk ikut ujian kimia," bujukku tapi tetap saja mendapat penolakan.

Sambil menatap handphonenya, ayahku tidak mengizinkan dengan tegas, "Hari libur ya hari libur! Ga usah kemana-mana. Ayah tau kegiatannya anak muda sekarang." 

Huh ... padahal itu mereka. Aku dan mereka ya jelas tidak sama. Aku juga tau batasanku. 

Rasanya ingin sekali meneriakkan kalimat itu di depannya tapi rasa takut selalu saja menahanku. Tidak lucu kan? Kalau saja hp yang ia pegang tiba-tiba melayang di kepalaku atau sabuk pinggang yang ia kenakan ia buka dan dicambukkan padaku.

Bisakah aku mendapatkan kebebasan sekali saja? Aku ingin sekali merasakan bagaimana sensasi canda tawa bersama teman di cafe. Bagaimana rasanya berteriak dan bersembunyi di balik teman ketika ada hantu di rumah hantu pada malam hari. Duduk di pinggir pantai, menatap matahari terbenam dan ombak yang terus berderai. Memang, itu adalah hal yang membosankan bagi beberapa orang. Tapi, aku tak pernah.

Aku ingin kebebasan. Dalam hal berpakaian saja diatur. Pertemanan, diatur. Keluar dari rumah harus dengan alasan yang jelas. Menyebalkan sekali.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add STRICT PARENTS to your library and receive updates
or
#18strictparents
Content Guidelines
You may also like
ADIKARA ELUSIF (END) by blackcurrantbery
56 parts Ongoing
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 7
Strong Girl Michella (END)  cover
gua abang lo bukan ade lo(hiatus) cover
ADIKARA ELUSIF (END) cover
M E M O R Y  (On Going) cover
SUARA BIA (TAMAT) cover
Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End) cover
Eliinaa cover

Strong Girl Michella (END)

85 parts Complete

[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] { Harap tinggalkan jejak dengan cara memberi vote dan komen disetiap part} Bagaimana jadinya jika kamu terjebak dalam situasi yang rumit. Terpaksa menikah dengan seorang the most wanted. Dan menahan luka disetiap harinya. Ini adalah kisah seorang gadis yang harus terjebak dalam cinta segitiga. Ia harus memilih antara cinta atau sahabat. " Lu ga akan tau gimana sakitnya jadi gue. Berada di fase ngikhlasin atau tetep nunggu lu. " -Michel " Gue tau gue egois, tapi gue ga bisa milih antara lu atau sahabat lu. Kalian punya tempat masing-masing dihati gue. " -Devano " Maaf karena harus ada diantara kalian." -Aurel *** Michel yang harus kehilangan kedua orangtuanya Michel yang ga pernah dianggap ada Michel yang harus tabah melihat suaminya jadian sama sahabatnya Ga cuma itu, Michel juga harus dikucilkan oleh semua orang karena kesalahan yang bahkan ga pernah dia perbuat. Kebayang ga rasanya jadi Michel gimana? Nyesek? Pasti Sedih? Jangan ditanya lagi Penasaran sama kisah mereka? Kuyy kepoin [SELURUH CERITA HASIL PEMIKIRAN SENDIRI] Rank! #1 -penghianatan [4/02/2023] #1 -penyesalan [04/09/2022] #1 -perjodohan [04/09/2022] #2 -konflik [05/12/2023] #2 -cintasegitiga [29/08/22] #2 -sad [01/09/2022] #2 -remaja [04/09/2022] #3 -sma [04/09/2022]