Story cover for Cingulomania (JengFang)  by GrizelleBellen
Cingulomania (JengFang)
  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Nov 23, 2024
"Pok, maafkan aku." Aku memeluk pok dengan erat. Aku takut kehilangannya lagi. Namun Pok mendorong tubuhku dengan kasar. Dia mendengus, raut wajahnya tampak sangat marah. 

"Kau ini apa-apaan sih? Kau minta dihajar lagi ya? Otakmu sudah rusak karena kuhajar terakhir kali?"

"Pok" panggil ku pelan. 

"Fuck, SHUT IT UP!! Masukkan hal ini baik-baik di otak bodoh kecilmu itu. Namaku Fang sekali lagi kau memanggilku dengan sebutan sialan itu aku akan menghajarmu sampai habis."
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Cingulomania (JengFang) to your library and receive updates
or
#52aouboom
Content Guidelines
You may also like
Be YourSelf by KireinaHana11
37 parts Complete
"aku khawatir meninggalkan Hana bersama kalian, rasanya seperti meninggalkan seekor ayam dikandang sekumpulan serigala!!" saut manager sambil tertawa kecil ""yah bahkan aku tak tertarik terhadapnya manager, aku seorang laki-laki yang memiliki selera tinggi" Pekik jungkook, menatapku dari ujung rambut sampai ujung kaki. ucapannya benar-benar terdengar mejengkelkan untukku. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menahan amarahku, aku hanya menarik nafas panjang perlahan untuk menenangkan diriku "yeeaaaa jeon jungkook, justru kaulah yang paling buas daripada hyung-hyungmu. Apa kau tahu itu??" Bentak manager pada jungkook, dan itu membuat member yang lain tertawa tepingkal-pikal hingga mengeluarkan air mata "yeaaa hentikan, kalian meremehkan kepolosanku" teriak jungkook lantang berusaha untuk menghentikan tawa dari hyung-hyungya, disisi lain aku hanya tersenyum menahan tawaku tapi dalam hatiku benar-benar senang karena manager membelaku. "hentikan, aku sampai lupa ingin mengatakan apa!!" Seketika mereka pun berhenti tertawa, dan ruangan senyap dalam hitungan beberapa detik sampai manager melanjutkan perkataanya "ohh yaa, jimin gunakan bajumu kalau tidur. Jungkook tolong jangan tidur sembarangan, kau bisa saja salah memeluk orang lain. Namjoon jangan lupa kunci pintu kamar sebelum tidur, aku harap Hana tidak teriak saat bangun tidur!!" Dengan suara lantang manager mengingatkan para member BTS. managerpun melangkah keluar pintu dan meninggalkan ruangan
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
Brothers by eMikoe
12 parts Complete
"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.
You may also like
Slide 1 of 8
[Season¹]•Mìngyùn Zhī Xiàn/命運之線/Thread of Fate [BL]✅ cover
Little Girl : Love Story Begins [END] cover
DIA LANGIT KU cover
Be YourSelf cover
Na & Liu cover
TIME will TELL {On Going} cover
READER VS TUJUH BOBOIBOY  cover
Brothers cover

[Season¹]•Mìngyùn Zhī Xiàn/命運之線/Thread of Fate [BL]✅

40 parts Complete Mature

'Rasa haus akan kepemilikan seseorang yang tidak di takdirkan untuk bersama kita hanya akan melahirkan sebuah 'Kemalangan' belaka.' Tuan Muda Tianji Hall, Fang Duobing terkurung dalam sangkar emas yang di bangun oleh Ketua Aliansi Jinyuan khusus untuknya. Semua itu berawal atas kesepakatan yang, salah..... -- "Tetaplah menjadi penurut Fang Duobing, jika tidak ingin aku membunuh Guru tersayang mu itu." - Di Fei Sheng -- "Kau menjijikan Fang Duobing! tidak kah kau merasa jika dirimu itu begitu serakah?!! menjauh, pergi sejauh mungkin dan jangan tunjukkan wajahmu itu di hadapan ku lagi!!!" - Li Lianhua -- "Dewa, aku tidak pernah meminta apapun kepadamu sebelumnya. hari ini bisakah kau mengambil kembali nyawaku? rasa sakit ini begitu sangat menyiksaku, Dewa..." - Fang Duobing