Kepada Bulan

Kepada Bulan

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 30, 2026
WpInfo
Poetry
"Dalam setiap purnama, ada cerita. Dalam setiap bulan, ada kenangan." Kepada Bulan merupaka kumpulan puisi yang akan membawa pembaca untuk menjelajahi perjalanan waktu selama satu tahun. Mulai dari Januari yang penuh harapan hingga Desember yang penuh perpisahan, setiap puisi menyuarakan kisah kehidupan penyair yang dipengaruhi oleh musim, waktu, dan emosi. Setiap bulan yang terjadi di dalam buku ini, bukan hanya sekadar nama, tetapi merupakan sebuah babak cerita. Kejadian-kejadian sederhana seperti hujan yang jatuh di Februari, malam-malam sepi di Juni, atau daun-daun yang berguguran di Oktober menjadi inspirasi penyair untuk berbicara kepada bulan. Dalam tiap baitnya, anda akan menemukan refleksi tentang cinta, kehilangan, kebahagiaan, dan harapan, yang berpadu indah dengan suasana. Buku ini adalah perjalanan penuh emosi yang membingkai satu tahun kehidupan manusia melalui lensa puisi. Ikuti cerita Kepada Bulan, dan temukan dirimu dalam kisah di balik setiap bulan. Puisi-puisi baru akan diterbitkan setiap minggu.
All Rights Reserved
#245
kumpulanpuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puja Puji Palsu
  • Senja
  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • GARIS TAKDIR
  • 15 Juli, pada waktu itu.
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Bait-Bait Semesta

Di dunia ini, ada dua jenis pujian: Yang bikin senyum tulus... dan yang bikin kamu pengin mandi tujuh kali, pakai air es, biar hilang semua bekas malunya. Buku ini jelas bukan tentang yang pertama. Ini tentang janji yang mudah diketik tapi berat dikirim. Tentang cinta yang datangnya cepat, perginya lebih gesit. Tentang rindu yang dinyalain lampu hazard-berkedip terus, tapi mobilnya parkir di tempat yang sama. Baca buku ini kalau kamu pernah: • Dibilang, "Kamu beda..." tapi akhirnya ditinggal karena, "Aku butuh yang lebih sama." • Dipuji setinggi langit, lalu langsung ditarik tagihan, "Eh, transferan udah masuk belum?" • Dikasih harapan hidup oleh satu kalimat manis, lalu dikeplak kenyataan dalam tiga detik dengan, "Tapi, ya gitu deh..." Puisi-puisinya manis di awal, pedih di tengah, dan bikin meringkuk di kamar mandi sambil nanya ke shower, "Kenapa hidup begini-begini aja, ya?" Karena pada akhirnya, yang palsu itu memang paling indah saat diucapkan... dan paling tajam saat coba dilupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines