Arga Alexander Lemos, si pemilik tatapan dingin yang tak pernah terusik, bertahta di Alexander High School, sekolah elit yang hanya dihuni para kaum berduit. Sebagai pewaris tahta sekolah, ia adalah penguasa yang tak tergoyahkan, bahkan di lapangan basket pun ia berjaya sebagai kapten yang disegani. Namun, di balik aura dinginnya, Arga menyimpan luka mendalam akibat perselingkuhan ayahnya yang merenggut nyawa ibunya. Dendam membara dalam hatinya, membuatnya sulit untuk mencintai dan percaya.
Leon, sahabat karibnya yang sama-sama tampan dan kaya, menjadi satu-satunya orang yang mengerti luka Arga. Keduanya menjelajahi dunia sekolah dengan kebebasan yang tak tertandingi, hingga munculnya Rara, gadis berprestasi dengan paras biasa yang tak menarik perhatian Arga. "Deket bukan berarti suka, gua ogah banget suka sama dia, bukan selera gue juga," gumam Arga, menepis rasa penasaran yang mulai tumbuh dalam dirinya.
Rara, dengan kepintaran dan kesederhanaannya, perlahan mengusik hati Arga. Ia bukanlah gadis glamor yang biasa menghiasi Alexander High School. Keunikan Rara, yang tak terikat oleh standar kecantikan sekolah, justru memikat Arga. Perlahan, Arga mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda pada Rara, sesuatu yang membuatnya terpesona. Bisakah Rara mencairkan es yang membeku di hati Arga? Bisakah Rara menembus tembok dingin yang memisahkan Arga dari dunia?
Di balik tatapan dingin Arga, tersembunyi sebuah hati yang haus akan cinta dan kasih sayang. Bisakah Rara menjadi wadah yang menyegarkan hati Arga?
Penasaran?? Jangan lupa baca anddddd vote or comment kritik atau saran hehwwhhwhw:3
*ENJOY*
Mengisahkan seorang ayah yang mengorbankan dirinya untuk menjadi seorang pembunuh bayaran. Alison namanya. Ia memiliki seorang anak gadis bernama Amarta.
Amarta memiliki sikap yang dingin, semenjak ibunya meninggal dunia. Ia juga menjadi kobran jail dari teman sekolahnya.
Setiap pulang sekolah, ia selalu mendapat lebam di tubuhnya, dengan baju yang sangat kotor. Ayah kasihan, ia pun mengajarinya bela diri.
Seiring berjalannya waktu, Amarta sudah bisa bela diri. Duduk di bangku SMA, ia menjadi ditakuti oleh beberapa murid. Namun tetap saja ada yang berani membullinya.
Ada dua laki-laki yang membuatnya bergetar. kedua lelaki itu pun menyukainya. Saat diberi perhatian, Amarta malah bersikap dingin, dan tak berubah.
Alison mengangkat gadis yang Amarta tolong. Azra, adik angkat Amarta, menjadi bahan bullying. Amarta sayang dan selalu menolongnya.
Alison meninggal, disaat kedua putrinya sangat membutuhkan biaya untuk kuliah. Amarta harus mencari uang untuk kelangsungan hidup dan sekolahnya.
Ia tak ingin menjadi pekerja. Ia malah memilih untuk menjadi pembegal saja. Aksinya belum tertangkap polisi.
Azra sudah menjadi dokter bedah. Ia mendapatkan pasien yang tengah keritis dan harus segera dioperasi.
Operasi berjalan lancar, namun tak lama, pasien itu meninggal dunia. Raka, anak dari pasien, tidak terima. Ia menuntut balas atas kematian ibunya.
Semua dokter dan suster, yang andil dalam operassi itu, dibantainya habis.
Menyisakan Azra, yang akan dijadikan budak, dan pelampiasan atas kemarahannya.
Sikap Azra berubah, ia menjadi jahat. Amarta pun turun tangan, saat Azra memintanya untuk membalaskan dendam pada Raka.