Ruwana
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 24, 2024
Angin malam berhembus kencang, menambahkan kesan damai dan sepi menjadi satu dalam temaram malam ini. Hiasan lampu berjajar rapi menerangi siapapun yang berjalan di bawahnya. Cowok berambut putih, menatap hamparan laut dengan sebatang rokok dengan asap yang mengudara. Tak jarang poni rambutnya menutupi sebagian matanya. Namun, ia tak peduli dan terus menghisap benda nikotin hingga tandas. Argh Terdengar suara kericuhan dari seberang dan seorang cewek terjatuh, akibat dorongan dari seorang cowok yang berusaha mengambil alih tas milik cewek itu. "Kembalikan tas cewek gue" Cewek itu mendongak dan memandang cowok berambut putih dengan poni sedikit terbuka, sebab terpaan angin dan memperlihatkan sedikit mata tajam yang dimilikinya. Cowok bertubuh dempal, mengembalikan tas tersebut dengan takut kepada cowok berambut putih itu. "Lain kali, jangan lewat sini" Ujar cowok berambut putih Meletakkan tas tersebut di samping tubuh cewek itu tanpa melihatnya dan membalikkan badan kemudian berlalu meninggalkannya. "Terima kasih" lirih cewek tersebut Cowok berambut putih tetap berjalan tanpa niat membalas ucapan cewek tersebut, dan perlahan menghilang di gelapnya malam.
All Rights Reserved
#70
arsenio
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teruntuk Mia
  • Harapan Bunga Terakhir
  • Jelita Permata
  • Asing kembali Asing🌜🌚
  • Trasmigrasi Queenzee
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • Transmigrasi MyTia [END]
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • ARSEN (ON GOING!)
  • ARSYA 2✔

Di antara wangi bunga dan derasnya hujan, dua jiwa yang bertolak belakang dipertemukan. Seorang gadis yang merawat keindahan dalam kelopak-kelopak bunga, dan seorang pemuda dengan luka yang enggan ia tunjukkan. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing. Namun, hujan selalu membawa mereka kembali-dalam diam yang nyaman, dalam tawa yang tak terduga, dalam kehangatan yang perlahan tumbuh di antara dinginnya rintik air. Tapi seperti bunga yang layu dan hujan yang akhirnya reda, akankah kebersamaan mereka bertahan? Atau hanya menjadi kenangan yang perlahan memudar?

More details
WpActionLinkContent Guidelines