Ruwana
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 24, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Angin malam berhembus kencang, menambahkan kesan damai dan sepi menjadi satu dalam temaram malam ini. Hiasan lampu berjajar rapi menerangi siapapun yang berjalan di bawahnya. Cowok berambut putih, menatap hamparan laut dengan sebatang rokok dengan asap yang mengudara. Tak jarang poni rambutnya menutupi sebagian matanya. Namun, ia tak peduli dan terus menghisap benda nikotin hingga tandas. Argh Terdengar suara kericuhan dari seberang dan seorang cewek terjatuh, akibat dorongan dari seorang cowok yang berusaha mengambil alih tas milik cewek itu. "Kembalikan tas cewek gue" Cewek itu mendongak dan memandang cowok berambut putih dengan poni sedikit terbuka, sebab terpaan angin dan memperlihatkan sedikit mata tajam yang dimilikinya. Cowok bertubuh dempal, mengembalikan tas tersebut dengan takut kepada cowok berambut putih itu. "Lain kali, jangan lewat sini" Ujar cowok berambut putih Meletakkan tas tersebut di samping tubuh cewek itu tanpa melihatnya dan membalikkan badan kemudian berlalu meninggalkannya. "Terima kasih" lirih cewek tersebut Cowok berambut putih tetap berjalan tanpa niat membalas ucapan cewek tersebut, dan perlahan menghilang di gelapnya malam.
All Rights Reserved
#328
balapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan Bunga Terakhir
  • ARSYA 2✔
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Transmigrasi MyTia [END]
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • LAUREN
  • ARSEN (ON GOING!)
  • Trasmigrasi Queenzee
  • THE QUIET FLAME
  • Cuaca

"abang!... aku dapet penghargaan loh" Teriak gadis Kecil mengejar lelaki dewasa didepannya lelaki yang di panggil abang itu hanya merespon delikan mata "abang mau kemana?,, " "ara ikut ya" mata itu menyorot tajam bak elang yang akan membunuh gadis mungil yang berdiri di depannya "lo!... bisa DIEM gak!!!.. " Bulir airmata menggenang di pelupuk iris mata terangnya "ta'ap'i.. ara.. " "shitt' diem." dengan sorot tajam menahan amarah suara itu kembali membuat gadis itu bungkam bersamaan dengan jatuhnya bulir bulir airmata yang dipendam gadis Kecil itu. ⋆ ˚。୨୧˚˚୨୧。˚ ⋆ ' Menyerah ' Satu kata yang slalu berkeliaran dipikiran nya, apakah ia harus menyerah pada titik ini?? sedangkan ribuan pertanyaan Dan harapan masih setia bersemayam dipikiran nya Tidak adil baginya yang tidak tahu menahu titik permasalahanya tapi mengapa ia yang mendapat kesialan ini, satu kata yang slalu tertanam " PEMBUNUH " itulah kata yang slalu orang orang lemparkan pada diri nya... Gadis Kecil yang dulu slalu mengharapkan kasih sayang walau sekedar pelukan, nyatanya itu tidak ia dapatkan sampai kini ia kokoh berdiri sendiri menatap hamparan bintang dilangit dengan tatapan sendu, akankah semesta mendukung nya? _ apakah gadis Kecil itu bisa mewujudkan harapannya? .. _ Atau ia akan kalah akan takdir yang seolah tidak mendukung keinginan nya ? • • • _plagiat dilarang mendekat_ Dilarang garis besar Murni cerita sendiri tanpa Ada campur cerita lain Tahap revisi..... @meesyaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines