SELENAIARA

SELENAIARA

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 24, 2024
Gadis cantik yang sering dijuluki sebagai pembunuh itu adalah, π€π’π¬π‘πš π’πžπ₯𝐞𝐧𝐚𝐒𝐚𝐫𝐚. Sejak kecil, tak sedikitpun kasih sayang yang ia dapatkan. Ia merasa bahwa semua orang membencinya termasuk keluarganya sendiri. Seolah dihukum oleh Tuhan, penderitaannya pun semakin sempurna, tatkala ia harus menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak mencintainya. "Sebenarnya, apa yang Tuhan inginkan dari ku?" "Apanya yang salah?" Dalam semua keputus asaan itu, hanya satu yang ia harapkan. "Apa sebaiknya, aku mati saja sekarang?" (π€π’π¬π‘πš π’πžπ₯𝐞𝐧𝐚𝐒𝐚𝐫𝐚)
All Rights Reserved
#564
sadromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HATRED [On Going]
  • Archeron
  • I'm the Antagonist's
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • My Dangerous Wife (Complete)
  • Velvet Rebellion
  • RUMAH TANPA ARAH
  • THE OTHER WOMAN βœ”
  • Hell#1 - Karma's Bitch! [ END ]

[Sebagian part di privat. Harap follow dulu kalau mau baca.] Benci? Membenci? Kebencian? Entah ada apa dengan diriku, membenci gadis tak bersalah karena alasan masa lalu. bahkan, masalalu yang tak ada sangkut pautnya dengan dia. Perkataan dan perlakuanku padanya mampu membuat gadis itu jatuh terperosok kedalam luka. Namun, Seiring berjalannya waktu, perilaku kasar dan rasa benci padanya, berubah menjadi rasa ingin selalu melindunginya. Tapi, ketika masa lalu tengah kembali, keegoisan selalu memegang kendali atas kerja otakku. Sehingga membuat rasa peduli dan perasaan aneh ini... lenyap begitu saja. Lantas, siapa yang merasa tersakiti disini? Almira? Tentu saja! -Haruno Altair Wijaya Airmata? Rasa sakit? Kecewa? Sudah sangat biasa bagiku. Terjebak didalam rumah mewah bagai istana, bak neraka dunia bagiku. Aku gadis bodoh, yang menjadi pihak yang selalu disalahkan. Gadis bodoh, yang mencintai orang yang membenciku. Gadis bodoh, yang masih bertahan karena alasan cinta? Tapi, cinta tidak akan menyakiti sejauh ini, bukan? Lantas, jika ini ujian, maka aku tak akan pernah lari, walau aku mampu sekalipun. -Almira Pradita Parasayu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines