SAMBANDHA

SAMBANDHA

  • WpView
    Reads 281
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 4, 2026
Ada anak-anak yang tumbuh dengan pelukan. Ada pula yang tumbuh dengan tuntutan. Adel? Tebak saja sendiri. Sejak kecil, Adelina Cassandra Putri Wijayanto diperintah untuk berlari tanpa pernah diajari caranya ataupun diberi kesempatan untuk beristirahat. Setiap pencapaian dianggap biasa, setiap kegagalan menjadi dosa yang harus dibayar. Maka ia terus berlari, mengejar angka, peringkat, dan pengakuan yang tak kunjung datang. Hingga di tengah riuhnya isi kepala dan beratnya langkah yang ia sembunyikan, semesta mempertemukannya dengan seseorang yang mampu membuatnya bernapas lebih lega. Seseorang yang perlahan ia anggap sebagai tempat pulang. Di antara kenangan yang menyakitkan, luka yang tak kunjung sembuh, serta ikatan yang tumbuh tanpa disadari, Adel mulai mempertanyakan keyakinan yang selama ini ia pegang erat. Mungkinkah nilai seseorang tidak ditentukan oleh seberapa tinggi ia berdiri? Mungkinkah dirinya tetap layak dicintai meski tidak menjadi yang terbaik? Sebab terkadang, rumah bukanlah tempat kita dilahirkan. Melainkan orang-orang yang memilih tetap tinggal ketika kita berada di titik paling rapuh. Sambandha tercipta ketika jiwa-jiwa yang terluka saling bertemu, lalu memilih untuk tetap tinggal dan saling mengasihi dengan tulus.
All Rights Reserved
#317
fiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Being A Stupid Stepmother [END]
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • A Light Far in Sight
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Become an Extra or Main Character [END]

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines