MAHKI: Mahesa & Yuki

MAHKI: Mahesa & Yuki

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 26, 2024
Aku selalu menunggu kehadiranmu, entah dimana, entah kapan aku tidak tahu cuman aku yakin kalau kita pasti akan ketemu suatu hari nanti. Setiap hari aku selalu mengingat mu dan berharap kita dapat ketemu "Hey gadis kecil elu kemana sih gua kangen banget sama elu" ucap mahesa sambil memandangin foto kedua anak kecil itu "Kenapa yak waktu itu gua ga nanyakin rumah elu dimana, kalo gua tahu kan bisa gua datengin" ucap mahesa "Hahhhh tapi ya sudah lah namanya juga hidup, gua yakin kalo elu dan gua bakalan ketemu lagi" . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . "KAKAAKKKKKKK, KEMBALIIN TOPI AKU" Yuki berusaha untuk mengambil topinya yang di ambil oleh Mahesa "Pendekk, masak gini doang ga sampai" ucapnya sambil menaik turunkan topi Yuki sambil meledek "IHHHH KAKAKKKKK NYEBELIINN" ucap Yuki sambil melipat lengannya di dada dengan memajulan sedikit mulutnya Ahhh Mahesa sangat tidak tahan dengan pemandangan yang ada didepan nya ini rasanya ia ingin mencubit dan memakan bibir tersebut namun dia tidak boleh kalah dia harus tetap melanjutkan kejahilannya "Kalo mau topinya kudu berusaha dong" ucap nya sambil tersenyum, senyum yang sangat mengesalkan menurut Yuki "IHHH, yaudah kakak makan aja tuh topi" final Yuki karena sangat kesal sama Mahesa dan meninggalkan Mahesa dengan kaki yang di hentak-hentak "Ehhh Yuki sayang kamu mau kemanaa" Mahesa pun mengejar Yuki yang terus berjalan meninggalkan nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • FALLING IN LOVE
  • Hate or care
  • CINTA DALAM KELABU
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Gula - Gula
  • SATU DARAH
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Lio & Aqila (END)
  • psychologycal

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines