Friend With Benefit

Friend With Benefit

  • WpView
    Reads 386
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 27, 2024
"Gue butuh bantuan lo ... lagi!" ujar Kirei. "Lo gak bisa selamanya minta bantuan gue buat kerjain tugas, lo harus ngandelin diri sendiri," balas Ale. "Ah!" Kirei mengibas telapak tangan. "Lo mau berapa? Gue kasih sekarang juga." "Gue gak butuh. Uang gue udah banyak!" balas Ale. "Kalo gitu, bilang lo mau apa? Gue kasih asalkan lo mau bantu lagi!" "Gimana kalo tubuh lo? Sanggup?" "Sang...gup." *** Karena memiliki 2 kembaran yang memiliki otak cerdas, Kirei merasa minder dengan kemampuan belajarnya. Dia memutuskan untuk selalu meminta Ale, teman satu kampus- menggantikannya mengerjakan tugas dengan imbalan uang, hingga akhirnya Kirei mendapatkan nilai bagus. Namun lama-kelamaan, Ale merasa kasihan kepada Kirei yang tak akan bisa mengandalkan dirinya sendiri karena terus bergantung padanya. Dia pun memiliki ide menolak permintaan Kirei dengan meminta imbalan tak masuk akal agar Kirei menyerah. Di luar dugaan, Kirei yang kepalang membuat keluarga merasa senang pun malah menyetujui permintaannya. Lalu, bisakah Ale menahan gejolak pada dirinya?
All Rights Reserved
#268
fwb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAMU ITU CINTA (Tersedia Versi Cetak)
  • Stay (Away)
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • Boom Boom Heart
  • adel si bungsu
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • 7 hari menggapai cintanya
  • Not The Wrong
  • Brothers

Menikah diusia muda? Nggak pernah ada sama sekali dalam pikiran gue. Gue sedang mabuk-mabuknya menikmati masa muda sebagai anak sekolahan yang bandel, selalu membangkang dengan peraturan sekolah dan membolos itu hal yang paling menyenangkan dan selalu ingin gue lakukan apalagi kalau Egi gebetan gue gak ada disekolah dengan alasan yang sama. "Kalau kau tetap begini terus, lulus nanti kau tidak usah kuliah, lebih baik MENIKAH saja, Ii!!" ~Prilly Belum menikah saat menjelang kepala tiga, sebenarnya tak pernah membuatku risau. Aku menikmati pekerjaanku sebagai Manager sebuah perusahaan Pertamina milik ayahku yang sudah hampir saja diserahkan sepenuhnya padaku kalau aku memiliki istri. Aku merasa tak kekurangan kebahagiaan karna aku memiliki Bebelku yang kehilangan kasih sayang orangtuanya yaitu kakakku karna bercerai. Dan kasih sayangku rasanya cukup kuserahkan pada Bebelku yang berusia empat tahun. "Sudah saatnya kau diperhatikan seorang istri, yang akan mengantar dan menunggumu didepan pintu saat kau pergi dan pulang kerja, Ali!" ~Ali Saat keinginan hati yang bertentangan dengan keadaan. Bagaimana dua jiwa berbeda generasi ini bisa menyatukan hati dalam kata yang namanya cinta setelah terpaksa? Disini jawabannya 'Kamu itu Cinta' (bisa disebut Mauku Dirimu versi baru)

More details
WpActionLinkContent Guidelines