DEVIL'S
  • WpView
    GELESEN 292
  • WpVote
    Stimmen 75
  • WpPart
    Teile 7
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Feb. 22, 2025
WpInfo
Belletristik
Mystery
Mari temukan Iblis sesungguhnya! --- "Kamu mau tahu, kenapa saya hidup lebih lama daripada anak saya sendiri?" "Karena kamu adalah iblis yang sesungguhnya, pendosa! Pendosa seperti kamu tidak akan mati secepat itu." Regal terkekeh sinis, suara tawa yang dingin dan menggetarkan udara. "Benar sekali, Nona. Tuhan terlalu baik, membiarkan para iblis berkeliaran di dunia ini." Ia menatap lurus, tajam seperti pisau. "Lalu, bagaimana dengan kamu yang meninggalkan Tuhanmu hanya karena hati yang tidak damai. Jadi, sebenarnya siapa iblis di sini? Saya, atau kamu?" "Dan ya, menilai orang lain sebagai pendosa itu tidak baik. Cobalah bercermin dulu lain kali," Imbuhnya dengan nada penuh ejekan. ____ NOTE: JANGAN JADI PEMBACA GELAP⚠️ KALAU ANDA TEMUKAN ADA KESAMAAN DENGAN CERITA YANG LAIN, MUNGKIN HANYA SEKADAR KETIDAKSENGAJAAN, KARENA CERITA INI MURNI DARI IDE AUTHOR SENDIRI⚠️
Alle Rechte vorbehalten
#67
devils
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • DEVOTEE DEVIL {END} ✓
  • KNOCK KNOCK: Tʜᴇ Dᴏᴏʀ Oғ Tʀᴜᴛʜ
  • ALVIN (On Going)
  • A SOULMATE [story Alezka]
  • REINKARNASI (END)
  • Half-Demon
  • Anak DESA ✔
  • NADIRAEFAL
  • Leader Of The Dark Moon (Proses Revisi)

"Wahai penguasa kegelapan, lindungilah kami dari petaka yang kau hadirkan." Daniel Davicky kehilangan cahaya kehidupannya tepat setelah kematian sang ibunda. Bagai seorang tuna netra, ia tak mampu lagi menelaah seisi dunia. Gelap gulita, sampai sebuah tarikan membawanya ke dunia yang lebih gelap lagi. Namun, ada kobaran api yang menjadi sinar menerangi naluri. "Malaikat Agung, Malaikat Kegelapan Pinjamkan lah aku cahayamu Melalui tabir Kematian Hingga Surga terlihat!" Dendam, dengki, caci maki, dan segala hal keji menjadi racun menggerogoti diri. Sudah lumrah sebagai makanan sehari-hari. Sosok penolong sudah pun berganti. Kala mentari terbit di timur, disitulah ia menggemakan syukur. Bukan pada sosok sang maha, melainkan pada sosok penguasa. "Ketika dunia memberi penderitaan, kenapa harus berlutut memohon belas kasihan? Bangkitlah, lakukan segala yang ingin kau lakukan. Disini tak ada keadilan, maka tegakan keadilan dalam kegelapan."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien