BERKELANA DI LABIRIN [End]

BERKELANA DI LABIRIN [End]

  • WpView
    Reads 41,758
  • WpVote
    Votes 3,761
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 1, 2026
WpInfo
Fiction
Culture and Identity
Black
Southeast Asian
Indigenous
Hidup adalah labirin tak berujung, penuh pilihan yang membentuk jalan baru dan terkadang membawa pada kebingungannya sendiri. Setiap langkah membuka pintu baru, namun tak ada yang bisa memastikan kapan jalan keluar akan ditemukan. Yang bisa dilakukan hanya terus berkelana, meski arah tak selalu jelas. "Aku terus menyusuri lorong-lorong sempit labirin ini. Setiap belokan hanya memberi harapan palsu dan jalan buntu. Labirin ini seperti cerminan diriku-rumit, kacau, tanpa arah. Apa aku yang menciptakannya? Dan kalau iya, bagaimana aku bisa keluar?" - Christy -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Film Kebebasan
  • Gadis Populer & bodyguardnya
  • Diantara Luka
  • don't leave daddy CH2 (END)
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Hujan Yang Tak Merindukan Pelangi [ORINE]
  • SECRET BETWEEN US PART 2
  • 49 DAYS | Sequel Siblings [ END ]
  • The Silence That Shaped Me

Di antara mereka, mata selalu menceritakan kisah yang paling indah. Tidak perlu mencari penjelasan ketika pandangan sederhana mengungkapkan segalanya. Langkah awal yang tak pernah terpikirkan, menciptakan tempat di hati yang tak dapat di jangkau orang lain, ada sesuatu di antara mereka yang tak kasat mata, tapi nyata mengikat tanpa rantai, mendekat tanpa harus merapat. Sebab ada yang lebih dalam dari sekadar genggaman, ada yang lebih erat dari sekadar sentuhan. Hingga antara cinta, rahasia dan duka yang sudah menunggu di depan mata-cinta tetap berdiri teguh. Keyakinan dalam genggaman, beban janji yang akan mereka tanggung seumur hidup, semakin menyempurnakan labirin kehidupan. Apakah mereka mampu bertahan? - hingga selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines