Story cover for KAIRA by nisa_okta
KAIRA
  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Nov 25, 2024
Kata orang, jadi anak bungsu itu selalu menyenangkan.
Kata orang, jadi anak bungsu itu pasti manja, selalu dimanjakan.
Kata orang, jadi anak bungsu itu kalau minta sesuatu pasti diturutin.
Kata orang, jadi anak bungsu itu selalu menjadi yang paling di prioritaskan.
Kata orang, jadi anak bungsu itu tidak akan pernah merasakan penderitaan atau kesulitan yang dialami oleh kakaknya.

Cerita ini mengungkapkan sisi lain dari kehidupan Kaira, seorang anak bungsu yang sering kali dipandang sebelah mata.

Ini adalah perjalanan Kaira, seorang anak bungsu untuk menemukan suaranya, menyadari bahwa tidak ada yang mudah dalam hidupnya, dan akhirnya belajar untuk mengungkapkan perasaannya yang selama ini tersembunyi, yang tak pernah benar-benar dipahami oleh mereka yang "katanya" tahu segalanya.
All Rights Reserved
Sign up to add KAIRA to your library and receive updates
or
#729familyproblems
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
HanHan's Diary [END] cover
Avyan (End) ✓ cover
ARGA  cover
Our happiness and sunshine [END] cover
ASKA (New Version) cover
Sayap Yang Tak Pernah Satu cover
Constellations From The Room cover
Aresya Audi ΔEndΔ cover
ANAVA (Revisi) cover

HanHan's Diary [END]

10 parts Complete

【 Brothership 】 Yihan telah menghabiskan hampir seluruh hidupnya di rumah sakit, berteman dengan selang oksigen dan suara monitor yang terus berbunyi. Kakaknya, Vanza, selalu berkata bahwa suatu hari Yihan akan pulang. Namun, Yihan tahu bahwa satu-satunya "pulang" baginya bukanlah rumah, melainkan tempat di mana ia bisa berlari bebas tanpa rasa sakit. Di balik senyumnya yang lembut, Yihan menyimpan impian yang tak bisa ia kejar, harapan yang harus ia genggam meski tahu akhirnya akan terlepas. Sementara Vanza terus menghiburnya dengan janji-janji manis, Yihan berpura-pura percaya-bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk kakaknya. Ini adalah kisah tentang harapan di tengah keputusasaan, tawa di antara air mata, dan cinta yang bertahan bahkan saat harus merelakan. Lewat halaman-halaman terakhir buku hariannya, Yihan meninggalkan sesuatu untuk Vanza-sebuah pesan perpisahan yang lembut, penuh kehangatan, dan tak akan pernah benar-benar berakhir.