Pesona Di Balik Bayangan

Pesona Di Balik Bayangan

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Nov 25, 2024
Malam itu, desa Sunyaragi terbungkus kabut tebal. Di tengah pekuburan tua, suara angin berdesir seolah berbisik rahasia gelap kepada siapa pun yang berani mendengarnya. Para penduduk desa sering bercerita tentang sosok yang mereka sebut Tuan Tampan, hantu pria berwajah rupawan yang muncul saat bulan purnama. Namun, ia bukan sembarang hantu. Dengan jas hitam elegan yang selalu tampak baru dan senyuman yang memikat, ia berjalan di antara makam dengan langkah ringan, seperti seorang bangsawan yang menikmati kebun pribadinya. Banyak yang percaya bahwa Tuan Tampan adalah arwah seorang bangsawan yang mati tragis, mencari cinta sejati yang tak pernah ia miliki semasa hidupnya. Tetapi di balik ketampanannya, ada misteri yang mencekam. Siapa pun yang memandang langsung ke matanya, takkan kembali menjadi manusia yang sama. Mereka akan terobsesi, terpikat oleh pesona yang begitu kuat, hingga perlahan kehilangan jiwa mereka, hanya untuk menjadi bagian dari dunianya. Malam ini, purnama kembali memancar. Angin membawa bisikan lirih, dan di kejauhan, suara langkah sepatu terdengar mendekat. Tuan Tampan telah kembali... dan ia tidak sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dewi Tara : The Mystical Forest
  • Lain Dunia (Tamat)
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • This is not the Past, This is Fantasy World!
  • Warisan Gandari
  • AUTOPHILE
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai

"Jika suatu hari langkahmu kembali kehilangan arah, ingatlah satu hal. Bahwa di Medang, ada sebuah dermaga yang akan setia menanti." Dewi Tara, putri penguasa lautan dari Sriwijaya, terdampar di rimba tak bernama. Ditengah belantara yang seakan tak berujung, ia menemukan seorang pria dengan sorot mata setajam cakrawala. Ialah Samaratungga, Maharaja muda dari Medang yang tersesat di tanahnya sendiri. Dibawah naungan pepohonan purba, diantara desir angin yang membawa bisikan lirih mantra lama, keduanya menapaki jalan kembali menuju peradaban. Bersama, mereka menghadapi makhluk-makhluk yang namanya hanya hidup dalam lontar kuno. Diantara riak ombak dan rimbun hutan, diantara tahta dan takdir. Sebuah kisah mulai berbisik di relung hati. Getaran yang tak seharusnya ada. Selembut desir angin laut, namun seteguh akar yang mencengkeram bumi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines