Reunara

Reunara

  • WpView
    Reads 283
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2026
Cinta adalah fitrah dari seorang manusia yang diberikan langsung oleh Allah. Cinta itu tumbuh bukan karena ketampanan dan hartanya, namun cinta ini tumbuh karena akhlak dan ketaatannya kepada Allah. Namun ternyata cinta memang tidak selalu harus memiliki, 2 tahun Assyifa mencintai luhtfi guru nya sendiri, tapi sayangnya cinta itu harus bertepuk sebelah tangan karena luthfi yang ternyata mencintai sahabatnya sendiri. Assyifa memutuskan untuk pergi untuk menimba ilmu di Al-Azhar mesir, bukan karena benci tapi untuk melupakan, dan disaat dia benar-benar lupa dan memutuskan kembali ke tanah air dengan seseorang yang telah ia pilih dengan seenaknya abi nya menyuruhnya menikah dengan luthfi, suami sahabatnya sendiri. Assyifa merasa dirinya dipermainkan oleh takdirnya sendiri, ingin membantah namun ia sangat tak kuasa melakukan itu. Lalu akankah Assyifa dapat menerima pernikahannya dan kembali mencintai Luthfi?
All Rights Reserved
#78
ustadzmuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Bidadari untuk Ayahku [END!]
  • Lentera Senja (TERBIT)
  • Assalamualaikum Pak Ustadz
  • TASBIH CINTA FAHRI
  • Daisy
  • Sang Pelindung Hati
  • OPACRAPHILE [End]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • A B I A N : Insaf Boy  [END]

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines