Satu Malam untuk Mati

Satu Malam untuk Mati

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 25, 2024
WpInfo
Fiction
Horror
Di sebuah desa terpencil, jalan setapak yang menuju hutan selalu menyimpan misteri. Ketika hujan deras menyelimuti malam, Ratih, seorang perawat muda, terpaksa melewati jalan itu untuk pulang. Namun, apa yang menantinya di sana bukan sekadar kegelapan. Tangisan bayi dan tawa melengking menjadi awal dari mimpi buruknya. Di bawah bayang-bayang pohon besar yang dikenal angker, ia menghadapi dua sosok mengerikan-seorang perempuan berambut panjang melayang di udara dengan wajah pucat penuh kebencian, dan kuyang, makhluk tanpa kepala dengan organ tubuh yang menjuntai. Dalam satu malam, Ratih harus berjuang melawan teror supranatural yang siap merenggut nyawanya. Di desa itu, tidak semua orang bisa kembali hidup setelah malam berhujan. Jalan setapak itu menyimpan rahasia gelap, dan siapa pun yang melewatinya mungkin tidak akan pernah terlihat lagi.
All Rights Reserved
#39
kuyang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bisikan di Malam Hujan
  • DEMIT ALAS : Pagebluk
  • TUMBAL SAJEN
  • Malam Teror di Desa Kalangkang
  • Cursed Place [END]✔️
  • Bayangan di Balik Kabut
  • The Dreamkeeper's Forest
  • Tanah Haram
  • ALZENA (THE GATE UNDER THE WATER)

Sari berjalan pulang sendirian melewati pohon tua setelah berjualan kue di desa tetangga. Hujan deras mengguyur, dan suasana terasa tidak biasa. Di tengah perjalanan, Sari mendengar bisikan yang memanggil namanya dari arah pohon besar. Rasa takut menyergap, tapi dia berusaha mempercepat langkahnya. Pagi harinya, seorang warga desa menemukan tubuh Sari tergantung di pohon tua tersebut. Kejadian ini menggemparkan seluruh desa. Masyarakat segera mengaitkan kematian ini dengan kutukan yang sudah lama dipercayai oleh mereka. Wahyu, seorang jurnalis dari kota, tiba di desa setelah mendengar berita kematian misterius ini. Ia tidak percaya pada mitos atau cerita-cerita kutukan. Dia menemui Bu Ratih, ibu Sari, yang masih dalam keadaan terkejut dan ketakutan. Wahyu berusaha menyelidiki lebih jauh dan bertemu dengan Pak Suman, kepala desa. Pak Suman memperingatkan Wahyu untuk tidak mengganggu keseimbangan desa dengan menyelidiki pohon tersebut, karena menurutnya hal itu bisa membangkitkan kemarahan "roh" yang bersemayam di sana. Wahyu bertemu dengan Sri, sahabat dekat Sari. Sri memberitahu Wahyu bahwa Sari sering kali mendengar suara-suara aneh setiap kali melewati pohon tua saat hujan. Ini membuat Wahyu semakin tertarik untuk menggali lebih dalam, meskipun Sri terlihat ketakutan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines