Aku lelah, Tuhan [ Puisi ]

Aku lelah, Tuhan [ Puisi ]

  • WpView
    Dibaca 18
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Nov 27, 2024
WpInfo
Puisi
FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!! Apa kalian pernah nyerah dalam hidup? Apa kalian pernah capek? Apa kalian pernah gak kuat, se gak kuatnya? Pernah kan? Sama, saya juga pernah ada diposisi itu, bahkan saking binggungnya gak tau harus apa. Badan dan hati saya terlalu capek untuk saya yang disebut manusia, semuanya sangat-sangat melelahkan. Kepala saya selalu berisik tiap malam, keluh kesal selalu saya dapatkan, jika seperti itu terus saya harus apa? Saya ucapkan terimakasih telah membaca puisi saya, disini banyak keluh kesal yang akan kalian baca dimana itu adalah isi hati seseorang yang disebut sebagai manusia lemah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#175
sadend
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hopeless
  • I'm Alessa
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Karamel [Completed]
  • LUKA!
  • Setitik Tinta
  • GIMEERA
  • Eustoma
  • Rainie ( END )
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan