Aku lelah, Tuhan [ Puisi ]

Aku lelah, Tuhan [ Puisi ]

  • WpView
    Leituras 18
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, nov 27, 2024
FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!! Apa kalian pernah nyerah dalam hidup? Apa kalian pernah capek? Apa kalian pernah gak kuat, se gak kuatnya? Pernah kan? Sama, saya juga pernah ada diposisi itu, bahkan saking binggungnya gak tau harus apa. Badan dan hati saya terlalu capek untuk saya yang disebut manusia, semuanya sangat-sangat melelahkan. Kepala saya selalu berisik tiap malam, keluh kesal selalu saya dapatkan, jika seperti itu terus saya harus apa? Saya ucapkan terimakasih telah membaca puisi saya, disini banyak keluh kesal yang akan kalian baca dimana itu adalah isi hati seseorang yang disebut sebagai manusia lemah.
Todos os Direitos Reservados
#667
lelah
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Hopeless
  • I'm Alessa
  • Laut Kelabu [Selesai]
  • Ada Luka Dibalik Tawa
  • Rainie ( END )
  • Karamel [Completed]
  • Sebuah Rangkaian Kata
  • Love Of Youth
  • Setitik Tinta
  • GIMEERA
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo