BUKAN BL ATAU SEBAGAINYA, INI BROTHERSHIP, KALAU SAMPAI ADA YANG BILANG BL. GUE JAMBAK🙏🏻🙏🏻🙏🏻
.
.
.
Bagi Devan, Kaivan itu seperti ember bocor, congor nggak pernah di jaga, somplak, dan menyedihkan, mungkin?. Sedangkan Naren, baginya anak bungsu Papanya itu anak pintar, cerdas, bertanggung jawab, dan pembohong.
Bagi Kaivan, Devan itu orang blakbakan,menganggu, aneh, sinis, sok,dan er-- menakutkan?, Sedangkan Naren, orangnya sok cool, pedas, sok paling sempurna, dan emm-- sedikit kejam
Bagi Naren, Kaivan itu orangnya songong, tak tahu aturan, urakan, dan mulutnya persis kayak cewek. Dan baginya, Devan itu orangnya sinis, sok keren, dan anak Papa.
Tapi, itu hanya sementara saja
" BISA DIAM NGGAK LO BREGSEK ? "
" Jadi lo bisa mikirkan, kalau mau tinggal sama gue harus gimana?"
" LO GILA, LO GILAAA "
" Ya gue gila "..... Khaisar
Walau udah end, tetap vote ya, hargai penulis
Untuk menjaga kesejahteraan bersama, ayoo voteee jangan jadi pembaca gelap hehehe
.
.
.
.
BUKAN PLAGIAT ATAU APA, AKUN PERTAMA LUPA SANDI, JADI BUAT AKUN LAGI
Jangan lupa tinggalin jejak ya guys
jangan jadi pembaca gelap
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧
Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭
"Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku."
"Shit! Diem, Bego!"
"Maaf."
"Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya."
"...."
"Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo."
"Barra, dada aku sakit."
"See? Lo minta dikasihani lagi?"
"Maaf."
"Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani."
"Barra, kamu beneran mau aku pergi?"
"Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo."
"Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah."
"Gue nggak mau lihat lo lagi."
"Hehehe."
"...."
"Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa."
I loved, and I loved and I lost you.
I loved, and I loved and I lost you.
I loved, and I loved and I lost you.
Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan.
"Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?"
•
Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu.
•
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!