NOUR
  • WpView
    Reads 50,636
  • WpVote
    Votes 3,138
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 13, 2025
18+ Kisah Nouran Elisabeth Francisco, anak tunggal dari keluarga pembisnis terpandang. Anak perempuan yang tumbuh menjadi gadis tomboy, berpenampilan dan berpakaian layaknya lelaki bahkan sampai tingkahnya melebihi layaknya lelaki sejati. Begitu gentleman, soft spoken, kind and loving. Tingkahnya banyak membuat orang salting tanpa disadarinya bahkan mudah untuk jatuh cinta padanya. Tanpa mengetahui bahwa dirinya seseorang wanita. Nouran, here is the story. [BUKAN BL/GL] [Eng/Idn]
All Rights Reserved
#505
oldmoney
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • DIA SANDRA(Selesai✔️)
  •  Cupu O 🤓
  • Erlangga
  • I LOVE YOU✔
  • Pretended || Avoidant ✅
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐓𝐄𝐄𝐍𝐀𝐆𝐄 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 : A DARK THRILLER
  • DERAN
  • Fuck Boy
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines