Jejak di Lorong Sekolah

Jejak di Lorong Sekolah

  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 27, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Jejak di Lorong Sekolah Nayla selalu menemukan ketenangan di lorong sekolah yang sepi, tempat rahasianya untuk melarikan diri dari hiruk pikuk dunia. Namun, hidupnya berubah ketika sebuah catatan misterius muncul di sana, ditulis oleh seseorang yang menyebut dirinya Bayangan. Melalui pesan-pesan singkat yang diselipkan di celah dinding, Nayla dan Bayangan mulai berbagi cerita, mimpi, dan rahasia yang mereka sembunyikan dari dunia. Tapi siapa sebenarnya Bayangan? Mengapa ia memilih lorong itu sebagai tempat untuk berkomunikasi? Ketika rasa penasaran dan keinginan untuk bertemu semakin kuat, Nayla dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah ia siap menghadapi kebenaran di balik sosok Bayangan, atau lebih baik menjaga misteri ini tetap hidup? Jejak di lorong sekolah membawa pembaca pada perjalanan remaja yang penuh dengan rasa penasaran, harapan, dan keberanian untuk menghadapi perasaan yang tumbuh dalam sunyi.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ecosillia
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • The Silence That Shaped Me
  • mylize magic
  • Sin-yuka Imperio
  • Shadow School Mystery
  • THE MYSTERIOUS SCHOOL
  • Antara Dendam dan Cinta
Ecosillia

Dalam ruang sempit yang tak bertanya nama, malam menciptakan dirinya lewat bisikan yang tak boleh nyaring. Pantulan sunyi dari suara yang lirih, nyaris seperti angin yang malu menyingkap tirai. Hanya di antara dinding kecil itu, kata-kata bisa bernapas pelan, memeluk rahasia yang terlalu hangat untuk dibagi, terlalu dekat untuk diingkari. Dan waktu pun tak mencatat, sebab di sana, hanya ada gema... dari halusnya keinginan. Sehelai napas ditahan, bukan karena takut, tapi karena terlalu indah untuk dibiarkan pergi. Jemari menyentuh tak sengaja, atau mungkin sengaja terlalu pelan agar terasa lebih lama. Setiap detik menjadi relung, dan setiap relung adalah jejak dari sesuatu yang tak pernah dituliskan. Di balik pintu itu, tak ada dunia luar. Hanya detak yang disamarkan oleh suara air yang mengalir, dan mata yang tak bisa saling melepas. Rahasia itu, kini tinggal bayang. Tapi bayang pun tak pernah berdusta. Dan siapa pun yang mendekat ke tempat itu, akan merasakan sesuatu... yang tak bisa dijelaskan, hanya bisa dikenang dalam diam yang terlalu manis.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido