Kanvas dan Rindu

Kanvas dan Rindu

  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 22, 2025
Sebuah kanvas, dengan lukisan sederhana itu, menjadi saksi bisu kenangan dari keduanya. Mereka memang bertemu dalam kurun waktu yang bisa terbilang singkat. Namun, semua itu tidak bisa menghalangi 'rasa' yang tiba-tiba saja hadir, saat dia melihat seorang Gadis dengan kecantikan khas Indonesia- pemilik senyum manis, bak gula jawa. Akankah kanvas berisikan rindu yang terlanjur dipupuk dalam lukisan itu, mampu mengantarnya ke pertemuan lain, dengan sang Gadis? Atau justru setiap corak pada lukisan itu hanya menyimpan rindu yang tak pernah ditebus dan menjadi kenangan untuk selama-lamanya? *Cerita ini murni berdasarkan imajinasi penulis. Jika ada kesamaan tokoh, nama, tempat, dan lain-lain, hanya kebetulan. Terimakasih. Jangan lupa vote dan commentnya, teman-teman!
All Rights Reserved
#92
evan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Antagonis 2 (END)
  • Kanvas Rindu
  • Indah pada waktunya☆
  • Not Antagonist (END)
  • JUDUL
  • DISSONANCE [Kita Yang Terpangkas Waktu] [√]
  • My Beloved Revenge [END]

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines