Abimal Al-Sayf, 28 tahun. Sosok yang menolak mentah-mentah hal yang berhubungan dengan 'cinta'. Baginya, manusia sekarang tidak mengerti sama sekali apa itu 'cinta', yang mereka tahu hanya menyatakan perasaan yang kononnya 'cinta' padahal bukan. Sama seperti kedua orang tuanya, kononnya saling mencitai dan bahagia, Ternyata, bohong.
Abimal saksi kebohongan mereka. Di tinggal dan di telantarkan, Abimal tumbuh menjadi sosok yang suka menyendiri dan benci akan khalayak ramai. Abimal lebih memilih menghabiskan masa dalam dunianya sendiri.
Seiring berjalannya waktu Abimal mencoba membuka diri kepada orang-orang di sekelilingnya, namun 'rasa' itu sering muncul dan menghantui hidupnya. Dan, Abimal kembali mengabdikan diri terhadap pekerjaan, menutup rapat setiap peluang untuk mencintai dan di cintai.
Maliya Ainnur Safa, 20 tahun. Sosok ceria dan manja menjadi penyeri kehidupan pasutri, Pak Razi dan Buna. Maliya tumbuh di keluarga yang sederhana, namun harmonis. Menjadi satu-satunya anak di dalam keluarga itu, Maliya menikmati kasih sayang kedua orang tuanya. Segala kebutuhan tersedia tanpa harus ia pinta, jika keluarga harmonis itu nyata, keluarga mereka salah satu buktinya.
Namun, sejak mulai kuliah dan tinggal berjauhan dari orang tuanya, Maliya mulai menghadapi kesulitan dalam hidup. Ia mulai mengerti kehidupan 'orang dewasa' penuh kepura-puraan dan tidak semenyenangkan yang ia bayangkan. Masalah keuangan, keluarga, dan karir. Maliya memilih hidup mandiri dengan cara bekerja paruh waktu, berbagai jenis pekerjaan ia lakukan hingga akhirnya bertemu sosok yang banyak memberinya pelajaran hidup.
Cerita berkisah tentang kehidupan cinta remaja yang terselimuti badai. Percintaan yang beromansa kepedihan, bukan hanya dari segi percintaan semata, namun perjuangan hidup yang sangat mengesankan. Hidup dalam kesendirian membuatnya merasa takut dan benar-benar frustasi menghadapi hari esok. Disisi lain sahabat-sahabat hidupnya yang tiada henti memberikan support kepadanya.
Sahabat yang menebarkan rasa manis di dalam hidupnya. Sebuah persahabatan diantara lima bintang, yaitu Adipati, Rahma, Rio,Anggita dan Nando. Mereka telah mengiklarkan janji untuk selalu bersama dalam suka ataupun duka.
Hidup dalam kebersamaan, Tuhan telah mengirimkan sahabat untuk bersama selamanya, meski badai yang menerpa mencoba hadir menggangu persahabatan yang sudah terbina sangat baik. Namun keyakinan melawan badai tersebut membuat persahabatan semakin kuat tak terkalahkan.
Menjalani kehidupan tanpa sesosok ayah yang di dambakan, membuatnya ingin menjadi sesosok lelaki yang menjadi idaman setiap wanita. Menyayangi wanitanya dan akan terus bersamanya sampai akhir hayatnya. Saat melihat sang Mama, matanya yang mulai berkaca-kaca. Sang Mama yang hidup berperan ganda, membuatnya merasa sangat teriris. Terlebih akhir-akhir ini kondisi sang Mama yang kurang membaik.