STRONG LOSER : Vol. 1 - Welcome To The Class.

STRONG LOSER : Vol. 1 - Welcome To The Class.

  • WpView
    Reads 334
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 7, 2025
Felix tidak menyangka upayanya dalam menolong Yogi akan menjadi bumerang bagi dirinya. Bagaimana tidak, setelah menyelamatkan teman kelasnya itu dari perundungan yang dilakukan oleh Bobby, harus berakhir dengan dikeluarkannya Felix dari sekolah. Akibat dari kejadian itu, membuat dirinya tidak dapat diterima di sekolah mana pun. Kecuali satu, "SMA Dandelion". Sekolah yang dicap sebagai "Sarang Berandalan". Tempatnya para murid buangan dan kalangan bawah bersekolah. Perundungan, intimidasi dan tatanan hierarki adalah permasalahan utama di sekolah itu. Pertemuannya dengan seorang murid bernama Riki, telah memberi Felix petunjuk-tentang bagaimana cara bertahan-dari semua gangguan yang akan dihadapinya. Di tengah perjuangannya itu, Felix secara tidak sengaja melanggar perjanjian antara SMA Dandelion dengan musuh bebuyutan mereka, SMA Lotus. Mampukah Felix keluar dari semua masalah yang akan dia hadapi?
All Rights Reserved
#34
perundungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • He's My Frenemy [SKYNANI]
  • Daniel Owns Me
  • Lintasan Rahasia [COMPLETE]
  • THE NEW GIRL 2: ILLUSION [SELESAI]
  • REKSA: The Last Bell
  • SATPAM SEKOLAH (bxb)
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines