Takdir yang Berbeda

Takdir yang Berbeda

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 14, 2026
'Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum' Kalimat itu nyata, Lamia sangat setuju akan kalimat itu. Bandung dan dia, adalah hal terindah bagi Lamia. Pertemuan antara Lamia si anak kota dan Wafda cucunya Bah Janu adalah hal yang tak pernah disengaja, takdir itu membawa keduanya ke dalam perasaan yang tak seharusnya. "Mengapa rasa ini hadir pada kita yang tak sama, kita punya cinta tapi Tuhan kita beda Mia." Perkataan Wafda pada sore itu membuat Lamia tersadar bahwa dia dan Wafda tidak akan pernah bersatu. Bandung dan Wafda tak akan pernah tergantikan bagi Lamia bahkan kemanapun kakinya melangkah Bandung adalah tempat paling indah baginya. "Sampai jumpa dan terima kasih Wafda Bahyu Abrisam."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Imperfect Señorita
  • Nala dan Mas Juragan
  • Where They All Look At
  • Almost Married (END)
  • Kesayangan Mas Juragan!
  • R É G A L I S [REVISI]
  • SECOND TASTE
  • NINGRUM
  • Hot girl
  • Kembang Desa

"Temani Saya" 2 kata yang selalu terucap setiap 3 kali dalam seminggu dan selalu tetap seperti robot yang telah mendapatkan pemrograman. Tak ada cinta bagi Axel, dirinya hanya berlindung dalam kalimat "Saya hanya menyukai tubuhmu". "Kita fasih mendesah dalam gelap, tetapi bisu soal cinta dalam terang. Dan cemburu adalah satu-satunya bahasa jujur yang akhirnya berani kita ucapkan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines