Gelombang Nestapa

Gelombang Nestapa

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 24, 2025
Arunika, seorang siswi SMA berusia 15 tahun, hidup dalam bayang-bayang duka setelah kepergian sang kakak, Askara, yang mengakhiri hidupnya tanpa alasan tiga tahun lalu. Rasa bersalah dan teka-teki yang tak terjawab membuat Arunika tenggelam dalam kegelapan, hingga ia memutuskan untuk menyudahi hidupnya tepat di hari ulang tahunnya yang ke-16. Namun, di ambang keputusasaan, Arunika bertemu dengan seorang lelaki yang hendak mengakhiri hidupnya di sebuah jembatan. Pertemuan tak terduga itu membuka jalan bagi Arunika untuk melihat dunia dari sudut pandang baru-tentang luka, perjuangan, dan cinta yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dalam perjalanan penuh liku ini, Arunika mencari jawaban atas kepergian kakaknya, sekaligus menemukan kembali arti hidup. "Aku berdosa? Bahkan dosaku tidak sebanding dengan dirimu yang merusak dan mengkhianati dirimu sendiri, dengan sia-sia." "Memang tau apa kamu dengan hidupku?" "Yang aku tau adalah, bahwa kita tidak jauh berbeda, Arunika."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • IMPERFECT
  • Meneroka Jiwa
  • Senja Yang Sunyi
  • ARUNIKA- Cahaya Yang Redup
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • DEAR RAGA
  • The Dark Side(END)
  • Unspoken Things Over Dinner Tables

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines