Dekap Samudra

Dekap Samudra

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 28, 2024
Aku Laut. Dalam diamku, aku menyimpan ribuan cerita yang tak pernah kutahu bagaimana cara menceritakannya. Seperti laut, aku menelan segalanya. Rindu, luka, mimpi, dan harapan semuanya kuterima, tenggelam dalam kedalamanku. Laut memiliki batas, meski tak terlihat. Begitu pula aku. Ada batas yang tak pernah kuungkap, batas di mana aku berhenti menjadi tempat pelarian dan mulai menjadi diriku sendiri. Di sana, di kedalamanku yang paling sunyi aku hanya ingin diterima apa adanya bukan sebagai tempat berlabuh sementara, tapi sebagai rumah. Aku laut, dan aku masih mencari yang berani menyelami seluruhku tanpa takut tersesat dalam gelombang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Nama Zella
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • A Love Lost Beneath the Blue
  • Mahligai Sunyi
  • pelukan terakhir dari laut

Semua orang lihat gue sebagai sosok ceria, random, manja... tapi mereka nggak tahu betapa hancurnya gue di balik itu semua. Gue selalu menahan luka sendirian. Bukan karena nggak percaya sama orang lain, tapi karena gue nggak butuh dikasihani. Gue bisa berdiri sendiri. Rumah? Apa itu rumah? Gue bahkan nggak tahu di mana tempat gue seharusnya pulang. "Dunia emang nggak adil, ya? Gue harus ngerti semua orang, tapi nggak ada yang sadar kalau gue juga pengen dimengerti. Gue capek." Gue selalu takut ketawa terlalu puas... karena gue tahu, setelahnya pasti ada aja masalah yang bikin gue nangis lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines