
Samuel tak bisa menerima takdir bahwa sang kekasih, Jerina Karina Windianata, telah meninggalkan dunia yang fana ini. Dalam kesehariannya, ia hanya meratapi foto sang kekasih di meja nakasnya. Ia hanya keluar saat makan malam atau makan siang, itupun hanya sedikit. Tak ada lagi Samuel yang suka tertawa atau mondar-mandir ke rumah Jerina dengan alasan 'kangen'. Seakan kepergian Jerina juga turut membawa jiwa Samuel dan hanya meninggalkan raganya yang kosong. "Kak, kamu nggak bisa gini terus. Kak Nana juga bakal sedih kalau lihat Kak Ian begini. Ayo ya, Kak, percaya sama Lizzie, Kak Nana udah tenang di sana." "Nggak, Zie. Ini semua bohong. Nana masih ada, dia masih bareng Veronica." "Kak, udah please... aku yakin Kak Nana juga bakal sedih lihat ini."Tous Droits Réservés
1 chapitre