Stay With Me

Stay With Me

  • WpView
    Reads 274,181
  • WpVote
    Votes 2,965
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Aug 11, 2016
[[ Hutama Family-season 1 ]] Bagaimana rasanya ketika pria yang sudah menghancurkan hidupmu tanpa tersisa sedikit pun kembali datang? Melakukan segala hal untuk mendapatkan kesempatan kedua. Apakah pantas diberi kesempatan atau malah membalasnya dengan dendam? Bagi Zhifa, itu adalah pilihan sulit. Tidak mungkin ia memberi kesempatan, karena tak pernah ada kesempatan kedua atau membalas dendam, karena semakin menyulitkan proses pengobatannya. Hingga akhirnya, Zhifa memilih waktu. Membiarkan waktu menjawab segalanya, memberinya kebahagiaan yang tak pernah ia dapatkan. Bagi Bara, ia akan terus berjuang mendapatkan cintanya hingga jantungnya berhenti berdetak. Si Brengsek yang menginginkan bidadari. Bagi Ben, Zhifa segalanya, melebihi oksigen yang mengisi paru-paru. Wanita yang ia cintai dan akan selalu ia cintai hingga jantungnya bukan lagi miliknya. Berusaha meyakinkan, bahwa semua akan bahagia. #107 in romance (040516) Versi. 2 Beberapa bab dalam private
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOO MUCH (Tamat)
  • jangan percaya seseorang
  • Maaf untuk Berpisah
  • second chance
  • Kelopak Lantana (Selesai)
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Cerita Tentang Zeeya
  • Together with The Sundown

Why aku harus menjalani rentetan kesialan? Tidak bisakah aku sekadar bernapas tanpa perlu mencemaskan apa pun? Mengapa aku harus melanjutkan hidup sebagai karakter bodoh yang faaaaake banget, sih? Orang lain pasti mampu mengambil alih jalan cerita dan mencampai puncak kesuksesan. Namun, aku tidak begitu. Jangankan merancang rencana memperbaiki ekonomi, sekadar berusaha leher tidak kena tebas tokoh penting pun sulit! Aku bermaksud memperbaiki hubungan dengan tokoh penting. Barangkali semua masih bisa kuperbaiki sekalipun mustahil. Namun, lupakan saja! Bukannya penerimaan baik yang kuterima, justru ancaman mati konyol terpampang jelas di hadapanku. Oke, baiklah~ Aku menyerah! Selamat tinggal! Kalian, tokoh penting, ingin membenciku? Silakan saja. Bencilah diriku sepuas hati. Semua tokoh di sini sinting! Bila hidup memberiku lemon, cukup lempar lemonnya ke musuh. Beres!

More details
WpActionLinkContent Guidelines