KENZO BHASKARA [HIATUS]

KENZO BHASKARA [HIATUS]

  • WpView
    Reads 5,881
  • WpVote
    Votes 295
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kenzo Aileen Bhaskara. Ia tidak pernah menyangka jika sesuatu yang ia anggap menyenangkan itu akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri. Bahkan ia tidak tau, mengapa dirinya tiba-tiba tinggal bersama sang papa. Benarkah anak kecil yang berada dipangkuan Harvey dalam lukisan itu dirinya? Tetapi mengapa rasanya ada secuil memori yang hilang dari otaknya. Apa itu? Memori tentang apa? Terkadang dirinya sungguh lelah, terbangun dengan tubuh penuh luka tapi tidak mengingat apapun yang tubuhnya lakukan. Apa ia kerasukan? "Menghilangkanku? Pfftt.. justru aku yang akan menghilangkan anakmu." Start : Januari 2025 Finish:
All Rights Reserved
#802
kepribadianganda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KARAFERNELIA
  • FATAMORGANA [ END ]
  • Kenzo Emiliano(End)
  • Keano
  • Zenandra
  • Tentang Azriel
  • 'Our Sun' : Elanza Nassa

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines