RATU TANPA MAHKOTA [ON GOING]

RATU TANPA MAHKOTA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 30, 2024
"sayangg aku kangen, ketemu yuk?" "a-ayooo, t-tapi jangan lagi ya? kamu udah janji" "iya sayang gak kok, yaudah yukk kamu siap siap gih" Allezta kira laki laki itu akan menepati janji nya, ternyata tidak. Bahkan laki laki itu sampai memukul dan merobek pakaian nya karna Alle tidak mau melakukan apa yang laki laki itu perintah. "di cintai karna nafsu itu gak enak ya? tapi kenapa aku bertahan dengan hubungan toxic ini? padahal aku tau hubungan ini gak sehat tapi kenapa aku juga menikmati nya Tuhan? aku lelah, tapi aku juga gak mau berpisah" -Allezta skrainy "jauhilah orang yang membuatmu hilang arah, dan pertahan kan orang yang membuatmu dekat dengan sang Pencipta" -RATU TANPA MAHKOTA "Mahkota mu hanya jatuh bukan hilang, ambil, cuci, dan pakailah kembali. " *hasil pemikiran sendiri no coppy!! *maaf kalo gak nyambung, masih belajar *ada yang kurang? Tandain Happy reading
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • Love Starlight
  • Wasted Princess [On Going]
  • No Longer Mate
  • Aku Adalah Lukamu
  • Eimaikala
  • Kisah Akala
  • Karena Kamu Rumahnya
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Menepi

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines