Bayangan Dosa

Bayangan Dosa

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 14, 2024
Fara pernah percaya pada keadilan. Namun, sebuah tragedi mengubah segalanya. Kehidupannya yang dulu penuh dedikasi kini hancur, digantikan oleh luka yang dalam dan kebencian yang membara. Ketika masa lalu kembali mengetuk pintu, Fara menemukan dirinya terjebak dalam pusaran rahasia kelam dan pengkhianatan yang tidak pernah ia duga. Dengan bantuan seorang yang mencintainya, ia menempuh jalan yang berbahaya-jalan yang mungkin akan menuntunnya menuju kebenaran, atau malah kehancuran. Namun, sejauh mana seseorang berani melangkah demi membalas luka yang tak termaafkan? Dan apakah keadilan benar-benar bisa ditegakkan, atau justru hanya ilusi? "Bayangan Dosa" adalah sebuah perjalanan kelam penuh misteri, dendam, dan perjuangan seorang wanita melawan bayang-bayang yang menghantui hidupnya. Di mana kebenaran terungkap, harga yang harus dibayar selalu lebih mahal dari yang dibayangkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dibalik Topeng Casanova
  • In The Shadow of Lost Time
  • Carnation
  • WHISPERS IN THE DARK
  • Kaca yang retak
  • DUA DUNIA
  • Reincarnation - Lord is Extremely Hardcore   (END)
  • JEJAK BAYANGAN

"Lo boleh nolak... tapi lo nanti punya gw." - Revin Augustus Valecrest "Cwo kayak lo... bikin ilfeel." - Sienna Azzelya Vireaux ______________________________ Sienna Azzelya Vireaux - gadis dingin yang tak kenal apa itu perasaan - melangkah turun dari pesawat, satu per satu kakinya menyentuh landasan bandara Nova. Langit yang gelap, hujan rintik, dan angin yang menusuk tampak sesuai dengan apa yang tengah bergelung di hatinya - hampa, mati, dan penuh rahasia. Sienna tak punya hati yang lembut, tak punya perasaan manusiawi yang biasa dimengerti. Cinta, rindu, sakit hati... itu tak lebih dari sebuah kalimat klise baginya. Dalam hidupnya, hanya pertarungan dan darah yang punya makna - satu-satunya bahasa yang dia pahami. Ketika taksinya melintas di tengah kota, Sienna melihat pemandangan yang tak asing lagi: sekelompok pemuda tengah bersiap mencegat taksinya, dan sebuah pisau yang melintas di tengah hujan. Dalam dadanya, tak ada debar kasihan - yang ada hanya perhitungan: apa dia harus turun dan melawan, atau melangkah terus sesuai tujuannya. Sienna kembali ke Nova bukan untuk mencari kedamaian, tapi untuk menyelesaikan apa yang tak pernah selesai. Menghabisi hutang darah, menemukan kebenaran, dan menjaga satu-satunya hal yang dia punya: kekuatan. Dalam hatinya yang membeku, tak ada ruang untuk perasaan... hanya ada pertempuran yang menunggu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines