Dibalik Terang Benderang Gedung-Gedung Senayan

Dibalik Terang Benderang Gedung-Gedung Senayan

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 6, 2024
Aji yang mendapatkan tawaran magang dari kampusnya di Jakarta. Tempat yang mewah dengan orang-orang yang berpakaian rapih, di Senayan tempatnya. Saat magang di Senayan Aji mendapatkan cerita baru serta partner yang beragam. Di sana, ia bertemu dengan Miza, rekan satu divisinya yang memancarkan pesona dengan senyum sederhana dan aura yang menenangkan. Pertemuan pertama mereka meninggalkan kesan mendalam di hati Aji-perasaan hangat yang perlahan berubah menjadi cinta. Dalam dinamika kerja yang sibuk, perasaan itu tumbuh diam-diam, memberi warna di tengah rutinitas yang monoton. Disisi lain, Aji mulai menyadari sisi gelap di balik kilauan megah tempat magangnya. Di tengah keberagaman karyawan yang awalnya tampak harmonis, ia perlahan melihat bayang-bayang persaingan, ambisi yang memakan empati, dan tekanan yang membuat beberapa orang kehilangan diri mereka sendiri. Miza, yang awalnya Aji kagumi karena kelembutannya, juga tidak luput dari bayangan itu. Di beberapa kesempatan, Aji melihat Miza terdiam lama sambil menatap layar komputer, dengan mata yang seolah menyiratkan beban berat. Meski selalu ramah di depan, Aji mulai menyadari bahwa ada dinding tinggi yang Miza bangun untuk melindungi dirinya dari tekanan di tempat kerja. Dunia magang yang awalnya terasa penuh gemerlap berubah menjadi tempat penuh rahasia dan perjuangan mental. Aji mulai bertanya-tanya, apakah ia cukup kuat untuk bertahan di lingkungan yang tak hanya menuntut kemampuannya, tetapi juga menguji moralitas dan empatinya? Atau, seperti banyak karyawan lain, ia harus memilih antara bertahan atau perlahan kehilangan bagian dari dirinya sendiri? Dunia kerja di gedung-gedung Senayan memang tidak seperti yang orang-orang bayangkan. Dibalik terang benderang gedung-gedung senayan yang tampak dari luar yang indah namun banyak orang-orang yang bekerja lembur seharian.
All Rights Reserved
#737
story
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FREKUENSI RINDU
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Senja Kelana
  • Yang Pernah Patah
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • Guéris-Moi
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮�𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Heartbeat Trauma
  • BROKEN HEART [END]

Nara dan Alya, dua sahabat yang dipertemukan oleh dunia maya namun dipisahkan oleh dunia nyata. Nara, gadis sederhana dari sebuah kota jauh dari ibukota menyalurkan rindu lewat suara di gelombang radio, sementara Alya, yang kini sibuk dengan gemerlap popularitas dan cinta barunya di kota, perlahan menghilang dari frekuensi persahabatan mereka. Sebuah potongan lirik lagu di tengah siaran radio membawa Nara ke pusaran kenangan yang nyaris ia kubur. Namun, di balik rindu itu, tersimpan kecewa yang dalam-kecewa atas janji yang tak ditepati, atas pertemanan yang perlahan memudar tanpa kata perpisahan. Ketika kesempatan bertemu akhirnya datang, luka lama dan kata-kata yang tak pernah sempat terucap membuat mereka berdiri di persimpangan: bertahan dalam kenangan, atau melepaskan dalam keikhlasan? "Kadang, jarak dan waktu bukanlah pemisah, tetapi pengingat bahwa persahabatan sejati tak mengenal batas. Frekuensi yang terputus bukan berarti hilang, karena setiap detik yang terlewat selalu ada di dalam ingatan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines