Red Threads in the Dark

Red Threads in the Dark

  • WpView
    Reads 29,119
  • WpVote
    Votes 2,227
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2026
"Hinata, aku jarang mempercayai diriku untuk melindungi sesuatu yang begitu rapuh namun kuat seperti hatimu. Tapi setiap kali aku melihat keberanianmu, aku menyadari bahwa aku hanya ingin berada di sisimu bukan sebagai guru, bukan sebagai pelindung, tapi sebagai seseorang yang ingin melihatmu tersenyum setiap hari. Kalau itu bukan cinta, aku tidak tahu apa lagi." Kakashi_ "Aku selalu percaya bahwa aku harus berjalan sendirian di kegelapan. Tapi, melihatmu, Hinata, aku merasa ada cahaya yang lembut dan hangat yang mampu menembus dinding yang kubangun selama ini, meski begitu selamat atas pernikahan mu." Sasuke_
All Rights Reserved
#32
action
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Destiny
  • Can't Help Falling In Love With You
  • UTUH
  • L.O.V.E
  • ONE WAY TICKET [SHIKAHINA]
  • Hate To Say Love
  • April Love
  • In The Shadow of Your Light [END]
  • The Girl Who Skipped Through Time
  • REFLECTION: Sasuke and Sakura In Mirror World [Sasusaku Fanfiction]
Destiny

Isekai Bagi Hikari hanya sebuah genre komik yang sering dia baca, tapi apa jadinya jika dirinya sendiri malah terjebak dan mengalami kejadian persis seperti komik dan novel bacaannya. ------------ Jarak di antara mereka hampir hilang. Hinata bisa merasakan napas hangat Shikamaru di atas kulitnya, begitu dekat hingga setiap helaan napasnya mengirimkan sensasi yang menjalar di sepanjang punggungnya. Tangannya masih bertumpu di pinggangnya, menggiringnya dalam gerakan yang seakan hanya mereka berdua yang tahu ritmenya. Lalu, tanpa peringatan, Shikamaru menundukkan kepala sedikit, mendekat ke sisi lehernya, tepat di bawah telinganya. "Hinata..." ------- Tangan Sasuke yang tadi masuk saku sekarang bertumpu di pagar balkon, tepat di sampingnya. Dia tidak menyentuhnya, tapi kehadirannya terasa begitu nyata. Hinata bisa mencium aroma jasnya yang masih menyimpan sisa dingin udara malam. "Dan saat aku seperti ini, kau juga tidak tahu?" Sasuke bertanya lagi, nada suaranya rendah dan dalam. Jari Hinata sedikit mencengkeram gaunnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines