Senandika Renjana

Senandika Renjana

  • WpView
    Membaca 25
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Nov 11, 2025
Semuanya tentang kata, bahkan bicara pun mengatakannya. Diam adalah kata yang belum terucap. Ucapan, ialah lontaran untuk kata. "Setiap kata, pasti ada maknanya Ze." "Tapi, jika setiap kata mengandung luka, bagaimana Ay?" °°° Namanya, Ayana Diatmika. Cantiknya tak usah ditanya, wajahnya ayu nan menawan. Jika dilihat dari samping saja, beuh mantep kalo kata Zea- sahabat Ayana. Ayana ini gadis ceria, penuh cinta, bertebaran senyum pada sekitar. Hingga, satu kejadian kelam hari itu, telah merenggut separuh, bahkan hampir seluruh hidup Ayana tanpa diduga. Ayana bimbang, apa se-sakit ini ujian hidupnya? Mengapa Tuhan? "Aku juga pengen kayak yang lain, normal seutuhnya tanpa berpura-pura." °°° Lalu, bagaimana ujian Ayana tersebut? Akankah ia bisa merasakan nikmatnya hidup walau satu detik? Apa penyebab semua sakitnya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#171
tawa
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • To us who have to endure.
  • Lies of life
  • SELENOPHILE
  • RUANG HAMPA (terbit)
  • This Is Not My House
  • Pada Orang yang Sama (TAMAT)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Love Is Blind (✓)
  • Bad Girl
  • Zahra Gara

Apapun yang terjadi, aku ingin kamu bertahan. Entah aku, atau kamu, yang akan terluka. "Bukan masalah siapa yang benar dan salah, atau siapa yang paling mencinta, Bi. Justru aku ngelakuin ini karena aku sayang kamu. Aku gamau kamu terluka karena aku."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan