Tiny House

Tiny House

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 15, 2025
Ia adalah Ashana Roshan memiliki arti gadis baik dengan cahaya yang bersinar, ia senang berpetualang di kehidupan nya sendiri. Bahkan ia jauh lebih senang jika menjalani kehidupan sendirian. Ia yang kerap di panggil Nana mulai menyadari, bahwa dia suka kemana-mana sendiri tapi tidak suka merasa sendirian. Ia sadar, ia bisa lebih bebas, lebih bahagia, dan lebih menghargai dirinya sendiri. Cerita ini menggambarkan bagaimana seorang Ashana Roshan bisa menjadi tiny house dalam arti sebenarnyaa-menjadi versi diri yang kecil dan menemukan seseorang yang menjadi jawaban terwujudnya mimpi masa kecil, mempertemukan ia dengan dunia yang indah. Semoga pelayaran kehidupannya selalu bisa ia baca dengan apik, tidak menampik jika pelik, jauh lebih handal dan kebal. Serta hal-hal kecil bisa membentuk ia jauh lebih luas.
All Rights Reserved
#301
kesehatanmental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suara Yang Tak Pernah Di Dengar
  • Alshana
  • cerita diatas kanvas
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • LB BOOK II: ENDLESS PAIN [END]
  • Asyhana
  • My Doctors (END)
  • Sharena [Completed]
  • Dishana (End)

Di rumah itu, Shena tumbuh seperti bunga yang dipaksa mekar di tengah musim dingin. Suaranya tak pernah didengarkan, mimpinya dipatahkan sebelum sempat terbang, dan langkahnya selalu dikendalikan oleh bayang-bayang harapan yang bukan miliknya. Ayahnya membangun tembok dari ambisi, ibunya bersembunyi dalam diam, dan kakaknya bersinar terlalu terang hingga membuat Shena tampak seperti bayangan yang tak dianggap. Ia belajar menelan kecewa dalam senyap, menyembunyikan air mata di balik senyum yang terlatih. Dalam sepi yang menggema, Shena menemukan satu ruang di mana ia bisa bebas: menulis. Ia mencurahkan isi hati dalam baris-baris rahasia di blog tanpa nama-tempat di mana jeritannya tak perlu suara, tapi tetap bisa menyentuh hati yang terluka. Tulisannya mulai menyebar, dibaca dan dikagumi orang-orang asing yang tak tahu siapa dirinya. Namun saat rahasianya hampir terbongkar, Shena berdiri di persimpangan: tetap menjadi bayangan yang diam, atau berani menjadi suara dari luka yang selama ini dibungkam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines