
Kenangan kecil memang begitu berpengaruh disetiap perjalanan kita menuju masa depan. Aku masih ingat kulit sawo matang itu penuh dengan peluh dengan kukuh mengajarkan ku bola basket, lingkungan kumuh kotor ini berubah ketika aku bersamanya. Dan kini aku hanya tersenyum kecil ketika seorang teman yang hilang begitu saja kini tampa sengaja menampar wajahku dengan bola basket. Nihilnya kini dia bahkan tak mengingatku. "Maafkan aku!!" Seru Mingyu panik melihat seorang siswa sepertinya terjatuh, setelah menerima tamparan bola basket darinya.All Rights Reserved