Antara Kita

Antara Kita

  • WpView
    Membaca 283
  • WpVote
    Vote 78
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jan 17, 2025
"lo jahat, Raeya. kalo kayak gini gue makin susah buat lupa," ucap Azka sambil menerima hadiah parfum yang sama dengannya dari Raeya. Senyumnya selalu terlukis di wajahnya hanya untuk Raeya. "bukan gitu maksud gue," Raeya terlihat panik mencoba menjelaskan padanya kalau dia hanya ingin memberikannya hadiah karena sudah sangat baik bahkan Raeya sangat nyaman bersamaan rasa bersalah semakin besar. "siapapun yang lo pilih nanti, semoga bisa buat lo bahagia." Alzian melihat Raeya yang menangis lantas memeluknya erat sambil mengelus-elus rambut dengan pelan. Hatinya lega saat Raeya berada di hadapannya, berlari padanya, dan memeluk erat tubuhnya. "kenapa selalu nangis?," ucap Alzian yang menangkup pipi Raeya agar melihat ke arahnya. "semuanya karna lo, karna lo, Alzian," Ucapan Raeya membuat Alzian tersenyum mempererat pelukannya. Raeya yang sudah bersahabat dengan Alzian sejak lama, tepatnya pada saat umur mereka 7 tahun. Sejak kecil Raeya selalu menyuruh Alzian untuk menemaninya, walaupun sebenarnya Alzian dengan senang hati menemaninya. Semuanya berubah ketika beranjak remaja, Alzian berubah menjadi remaja yang tak banyak bicara. Raeya berpikir itu memang sifatnya sejak kecil, Alzian sering menolak ajakan main bersamanya sejak saat itu lebih tepatnya saat Alzian berumur 15 tahun. Perasaan suka muncul saat Raeya selalu berada di sisinya, dan kurasa Raeya juga memiliki perasaan yang sama namun itu semua berubah ketika sahabat Alzian muncul di antara mereka. . . . . . . .vote ya supaya storynya tetap lanjut atau enggak!!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#142
comingofage
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • No Longer Mate
  • Friendship In Love
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • Sergio | Haechan
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing) | LEE HEESEUNG | KARINA
  • Bucin Persecond
  • (Hiatus) Perjodohan || TRE-MON (Haruyeon)
  • Ellara Le Runa
  • AYDEN ALFINO
  • Not Me & Not Mine

[End]"Adya, ambilin handuk dong!" "Kok nyuruh mulu sih, emang gue babu lo?!" "Lha, emang bener kan?" ●○●○●○●○ Kala itu, Alino sedang senang-senangnya hidup songong, Alino bahkan berkata seperti ini pada Adya, "Pokoknya kebutuhan Gue harus Lo yang siapin, karena Lo pembantu Gue." Meskipun kesal, Adya tetap tersenyum menanggapinya. Dan ada saat dimana Alino cemburu, ketika Adya lebih senang memperhatikan gebetannya daripada Alino sendiri, karena alasan itulah Alino akan lebih manja lagi. Tapi ada hari dimana Adya menyesal mengenal Alino, karena laki-laki itu menciptakan kisah yang tak Adya suka. ## "Untuk kali ini aja gue mau egois dalam hidup gue, tolong jangan pernah pergi ninggalin gue, Ra." -A "Gue lebih suka cerita cinta yang berakhir bahagia, karena meskipun kedua tokoh itu mengalami masalah, pada akhirnya mereka tetap hidup bersama." -A "Gue gak bisa untuk sekadar nangisin Lo, Lo terlalu jahat untuk Gue tangisin." -E ## Follow instagram »-> @ptr._.heree Copyright©2021

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan