"Jangan-jangan, stalker yang selama ini nguntit lo itu adalah ... Devano?" ***** Bagaimana jadinya, jika Sasya, si perempuan super duper lelet, asbun, telmi, ceroboh, dan memiliki otak pas-pasan itu harus berurusan dengan lelaki berwajah datar dan penuh ke-misteriusan. Semuanya berawal dari pertemuan pertama mereka yang tidak mengenakan, dimana Devano tidak sengaja mencipratkan air dari kubangan sampai mengenai wajah Sasya. Yang tentu saja membuat perempuan itu mengamuk tak karuan. Hingga ketika bertemu lagi, Sasya meminta tanggung jawab lelaki itu dengan meminjam almet dan topinya. Devano yang malas berurusan dengan perempuan berisik seperti Sasya langsung memberikan apa yang diinginkan perempuan itu. Yang dimana, dengan kejadian tersebut, keduanya semakin dekat karena banyak kejadian-kejadian yang membuat mereka selalu berurusan. Hingga sampai dimana-sesuatu dalam diri Devano yang selama ini ia sembunyikan, kembali muncul setelah sekian lama. ──────⊱⁜⊰────── ⠀⠀⠀ ⠀Attention!!! ʃregulations before reading this storyʃ •Vote and comment on this story in every paragraph. •You should follow my wattpad account. •Jika tidak suka dengan cerita ini, silahkan pergi dan cari cerita lain yang lebih layak dibaca. •Cerita ini akan sangat berbeda jauh dengan cerita lain yang saya punya. •Sekali lagi, tekan vote dan ketik komen disetiap paragraf cerita. •Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri. •Plagiat jangan mendekat, minimal mikir sendiri. Warning!!! efek samping membaca cerita ini : baper sampe gigit hp, sering marah dan kesel karena updatenya lambat alias 2 Minggu sekali, atau bahkan 1 bulan sekali. ──────⊱⁜⊰──────All Rights Reserved
1 part