When the Phone Rings

When the Phone Rings

  • WpView
    Reads 55,516
  • WpVote
    Votes 533
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 7, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Terjemahan Indonesia 🇮🇩 _____ When the Phone Rings ☎ _____ Hong Heeju adalah seorang penerjemah bahasa isyarat yang menjadi bisu karena mengalami depresi berat. Selama tiga tahun pernikahan mereka, dia dan suaminya tidak pernah melakukan percakapan. Suatu hari hidupnya berubah menjadi mengerikan ketika dia disandera. "Ini bukan telpon penipuan!" Namun suaminya yang bahkan lebih buruk dari orang asing dengan dingin memutuskan panggilan tersebut. "Hubungiku jika ada penemuan mayat." Dasar brengsek! Laki-laki brengsek! Diliputi amarah, Heeju memutuskan untuk mengancam suaminya secara anonim. Masalahnya suaminya adalah juru bicara Gedung Biru yang terkenal. "Tidak bisakah kamu mengirim ancaman dengan tepat waktu?" "Itu..." "Aku disini dengan cemas menunggu panggilan dari pemerasku." "Apa yang kamu..." "Apa kamu bermain-main dengan orang lain selain aku?" "...?" Tunggu, apa ini suami sosiopat yang sama dengan yang kukenal? *** *Gedung Biru atau Blue House adalah istana kepresidenan Republik Korea Selatan.
All Rights Reserved
#10
whenthephonerings
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] He's Out Of The Script
  • Tae n' Gyu
  • Pernikahan Tersembunyi 365 hari

Han Xue yang cerah dan periang dan pekerja keras berpindah ke tubuh lain dengan nama yang sama tetapi dunia berbeda. Dia yang tergila-gila pada suaminya sendiri, "Han Xue ini pastilah yang gila." Setelah menerima kenangan dan kenyataan, saatnya beraksi. "Tuan, silahkan tanda tangani surat ini. Kita akan bercerai sehingga bebas mengejar cahaya bulan putih mu sendiri." Ayo, tunggu apalagi, cepat tanda tangan, biarkan aku hidup bebas dengan pria kecil yang imut dan tampan itu. Meskipun seharusnya, dia adalah wajah yang sama dengan suaminya. "Tidak. Kita tidak akan bercerai." Ujar Tuan Lin dengan dingin, terdengar acuh, mengerikan. "Kenapa? Bukankah ini yang kamu inginkan, dan aku inginkan. Kita bisa menjalani hidup masing-masing dengan tenang." Han Xue menekan meja, terengah-engah dengan wajah memerah. "Karena kamu punya daging dan darahku yang lain di perutmu." Han Xue yang dengan percaya dirinya menginginkan perceraian di tekan berulang kali di atas ranjang, "ah suami~ lebih pelan. Maafkan aku~, aku tidak akan melakukannya lagi. Ah~~" "Ini tidak ada dalam naskah. Kamuu~" _ Peringatan! Konten bxb, harap kesadaran diri dan kebijakan pembaca. Ini bukan terjemahan, jadi maaf kalau kurang memuaskan, oke. Homophobic, tolong jangan buka cerita ini, oke. Bye bye, RheaXan¹ disini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines