Kupu-Kupu Malam

Kupu-Kupu Malam

  • WpView
    Reads 551
  • WpVote
    Votes 120
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 5, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Di mana ini? Aku terbangun dalam ruangan yang sangat asing. Tempat yang sedikit gelap dan banyaknya barang-barang yang tak kuketahui sebelumnya. Apa aku sudah mati? Tapi kenapa sekarang aku merasa masih sangat hidup? Bagaimanakah caraku bertahan hidup di dunia yang baru ini? Kurasa tidak mudah, tapi itu lebih baik daripada harus mati sia-sia di tempat asing.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • Impian Untuk Hidup (End)
  • •-»?¿l|Meet you|l¿?«-• //End//
  • RE : BUILD
  • °Country Yg Hilang° 【𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓】
  • My Vampire Boyfriend
  • ~one girl in the world of countryhumans ~
  • the magical forest {CH}
  • The Last Human In Tower
  • Who I am?

All Genre's :Mythic Fantasy, Sciene Fiction, Futuristic Era, Adventure, School Life, Paranormal. Sejak kecil, Jace Damian Harrison tak memiliki teman. Orang-orang menganggapnya pembawa sial, karena siapapun yang berteman dengannya sebagian besar selalu meninggal. Bertahun-tahun hidup tanpa teman, membuatnya terbiasa sendirian. Aura kematian yang selalu dilihatnya hampir setiap hari terasa sangat biasa. Dia takkan repot-repot menghampiri orang itu dan berkata, "Kau akan mati." Namun, Jace tak pernah merasakan kematiannya sendiri. Ternyata rasanya biasa saja. Yang tidak biasa adalah dirinya bertemu dengan ayah yang tak pernah dijumpai seumur hidup. Ayahnya pun tampak tak ingin berlama-lama menghabiskan waktu bersamanya. Jace dilempar ke dunia aneh. Dia tak bisa pulang. Sama sekali. "I want to go home, but I don't know where is my home." *** [Semua yang ada di sini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tokoh, dan tempat, itu hanyalah kebetulan. Diharap jangan memplagiat, karena membuat cerita bukanlah hal seenteng merobek buku.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines